Berita

unhcr lambang/ist

Dunia

Badan HAM PBB Selidiki Konflik Rakhine

SABTU, 28 JULI 2012 | 15:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kepala badan HAM PBB, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees), Navi Pillay akan melakukan penyelidikan atas konflik agama di provinsi Rakhine, Myanmar. Hal ini diungkapkannya setelah mendapat izin penyelidikan dari pemerintah Myanmar.

Navi Pillay mengaku berang karena aparat keamanan yang dikirim untuk menghentikan kekerasan di provinsi bagian utara Myanmar tersebut malah justru dilaporkan melakukan penyerangan dengan target Muslim Rohingya.

"Kami menerima banyak laporan dari sumber independen terkait dugaan tindakan diskriminatif dan sewenang-wenang yang dilakukan pasukan keamanan, dan bahkan hasutan yang mereka sampaikan dalam keterlibatan di kerusuhan,'' kata Pillay, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 27/7).


Untuk itu, pihaknya meminta izin kepada pemerintah Myanmar untuk menyelidiki secara mendetail mengenai kasus yang terjadi di Rakhine itu. Beruntung, lanjut Pillay pemerintah Myanmar mengijinkan utusan PBB untuk masuk ke wilayah konflik tersebut pada pekan depan.

"Tidak ada pengganti untuk penyelidikan independen yang lengkap," tukas Pillay

UNHCR mencatat ada sekitar 80 ribu orang etnis Rohingya yang kini mengungsi dan 78 orang lainnya tewas akibat kekerasan antar komunal di Rakhine itu.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya