Berita

muslim Rohingya/ist

Dunia

Pembantaian Etnis Rohingya Sama Saja Melawan Islam

SABTU, 28 JULI 2012 | 09:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembantaian etnis muslim Rohingya di Myanmar merupakan kejahatan terhadap umat muslim di seluruh dunia. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang imam Iran, Ayatollah Mohammad Emami Kashani, dalam khutbah Jumat (27/7) di Teheran.

Dalam Khutbah tersebut, Ayatollah Kashani menyeru kepada umat muslim di seluruh dunia untuk bersatu melawan pembantaian orang muslim di Myanmar. Karena pembantaian ini, lanjut Khasani, sama saja dengan melawan umat Islam di seluruh dunia. Ia secara khusus juga meminta rakyat Iran untuk menyikapi permasalahan kemanusiaan di Myanmar ini.

"Kita (Iran) terikat kewajiban, yang menurut Pemimpin Spiritual Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, rakyat Iran harus bergerak ke arah sistem kehakiman di dunia, harapan dan idealisme realistis kemanusiaan," ujar Ayatollah Mohammad Emami Kashani dalam Khutbah tersebut, sebagaiamana dikutip kantor berita Iran, IRNA (Sabtu, 28/7).


Jamaah dalam salat Jumat itu tak jarang menyambut khutbah Ayatollah Kashani dengan teriakan "Allahu Akbar, Hancurlah AS, Hancurlah Israel,". Ini memperlihatkan tekad kuat warga Iran untuk membantu etnis Rohingya dari krisis kemanusian yang terjadi di Myanmar.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Bahkan pemerintah Myanmar menyebut Rohingya sebagai pendatang gelap. Padahal etnis ini merupakan keturunan dari orang muslim dari Persia, Turki, Benggala dan Pathani yang datang ke negeri itu pada abad 8.

Sedikitnya 650 orang muslim Rohingya meninggal dunia selama bentrokan yang terjadi di wilayah Rakhine, Myanmar barat. Sementara 1.200 orang hilang dan 80 ribu orang lainnya kehilangan tempat tinggal.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya