Berita

Prof. Bahtiar Tanya Tanggung Jawab Moral Jokowi dan Ahok

JUMAT, 27 JULI 2012 | 18:35 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Dua pekan sudah putaran pertama pemilihan gubernur DKI Jakarta berlalu. Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama yang didukung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra keluar sebagai pemenang diikuti sang incumbent Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli.

Kedua pasangan ini akan bertemu kembali pada putaran final tanggal 20 September nanti.

Terlepas dari hasil putaran pertama, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Prof. Bahtiar Effendy, menilai ada dua keanehan dalam pemilihan yang diikuti enam pasang cagub-cawagub tersebut.

Pertama, bagaimana mungkin pemilih harus merupakan warga Jakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Jakarta. Sementara di antara kandidat yang dipilih ada yang bukan merupakan warga Jakarta dan tidak memiliki KTP Jakarta.

"Ini kan di luar akal sehat," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah itu di ruang kerjanya, Jumat siang (27/7).

Keanehan kedua, masih menurut Bahtiar Effendy, berkaitan dengan pertanggungjawaban moral kandidat-kandidat yang meninggalkan pos politik terdahulu mereka untuk memperebutkan kekuasaan di Jakarta.

Hal ini dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Walikota Solo Joko Widodo dan anggota Komisi II DPR RI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang karena dicalonkan Partai Gerindra akhirnya meninggalkan Partai Golkar yang mendukungnya di Pemilu 2009.

"Kalau demokrasi dipraktikkan dengan cara seperti ini akan rusak. Karena Alex Noerdin, Jokowi dan Basuki punya kontrak politik dengan para pemilih mereka, dan mereka meninggalkannya," ujar Bahtiar Effendi lagi.

"Pertanggungjawaban legal memang tidak ada karena UU tidak melarang. Tetapi pertanggungjawaban moralnya mana? Kalau dibiarkan, format demokrasi kita akan rusak semua," demikian Bahtiar Effendy. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya