Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Waspada, Wanita Lebih Rentan Kena Kanker Tiroid

JUMAT, 27 JULI 2012 | 08:11 WIB

Kanker tiroid (karsinoma tiroid) ternyata tidak mematikan sebagaimana penyakit kanker pada umumnya. Harapan hidup (prognosis) penderitanya bisa mencapai 75 persen.

Prevalensi keganasan di ber­bagai rumah sakit di Indonesia sekitar 2,6-3,6 persen. Kanker tiroid merupakan penyakit ke­ganasan yang kerap ditemukan pa­­da sistem endokrin.

Ketua Kelompok Studi Tiroid Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Jo­han S Masjhur mengatakan, sa­ngat jarang kanker tiroid meng­aki­batkan pembesaran ke­lenjar tiroid yang berlebihan, se­hingga sering tidak disadari karena ti­dak mengganggu.

“Kelenjar pada tiroid ini me­nye­babkan pertumbuhan nodul atau benjolan seperti sebesar ke­lereng yang tidak menim­bul­kan nyeri. Benjolan yang tum­buh se­bagai nodul pada kelenjar tiroid umumnya jinak dan dapat di­sem­buhkan,” ujar Prof Johan saat men­jadi pembicara dalam s­e­mi­nar kesehatan di Jakarta, Selasa (17/7).

Untuk mengetahui gejalanya, kita perlu meraba daerah leher, yakni jakun (adam’s apple) pada pria. Perlu diwaspadai jika ter­da­pat benjolan di leher yang di­tan­dai rasa nyeri pada saat diraba.

Kanker tiroid merupakan suatu keganasan pada kelenjar tiroid (gondok) atau nodul yang ada di bagian leher dan memiliki empat tipe, yaitu papiler, folikuler, ana­plastik atau meduler.

Pasalnya, benjolan pada ke­len­­jar gondok akan ikut bergerak me­nelan pada saat kita menelan air liur. Selain itu, disertai suara serak, karena nodul yang tum­buh agak menekan ke dalam teng­go­rokan sehingga kualitas suara menjadi agak serak.

“Sekitar 10-20 persen pasien yang berobat di klinik endokrin merupakan pasien dengan kela­inan tiroid. Sebesar 5-10 persen dari kasus tersebut bersifat ga­nas dan penyebabnya belum je­las diketahui,” ungkapnya.

Sementara daerah yang kaya yodium seperti Islandia umum­nya tipe papiler lebih menonjol. Golongan umur terutama pada usia 7-20 tahun dan 40-65 tahun, di mana wanita lebih sering kena daripada pria, yaitu 3:1.

Namun, ada beberapa faktor risiko atau penyebab yang bisa memicu kanker tiroid, di anta­ranya pengaruh diet dan ling­kungan, hormon seks, paparan radiasi terhadap kelenjar tiroid pada masa kanak-kanak, umur, perempuan, serta riwayat keluarga.

Pria yang berusia di atas 50-60 tahun, kata Prof Johan, angka ke­ganasannya lebih tinggi karena adanya stimulasi hormon tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH)-nya berbeda.

“Kita harus mewaspadai terja­di­nya keganasan pada nodul ti­roid apabila sifatnya padat, keras dan isinya bukan cairan (kistik), jumlahnya hanya satu dan tiba-tiba mengalami pertum­buhan yang cepat,” kata Prof Johan.

“Perempuan lebih rentan ter­kena kanker tiroid diban­ding­kan laki-laki. Kemungkinan besar di­sebabkan hormon pe­rem­puan yang lebih fluktuatif di­banding­kan pria,” jelasnya.

Se­kalipun begitu, katanya, kanker tiroid tidak perlu ditakuti karena pro­gre­sivitasnya yang lambat dan ting­kat kesembuh­annya tinggi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya