Berita

demo jemaat hkbp dan gki yasmin/rmol

Jemaat Berharap Presiden SBY Tergugah

MINGGU, 22 JULI 2012 | 20:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekitar 150 jemaat dari GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Bekasi, di depan Istana Negara diisi dengan aksi ibadah. Aksi ibadah yang digelar dibawah terik matahari adalah bagian dari perjuangan agar Presiden SBY tergugah atas masalah yang dialami mereka.

"Aksi ini kita lakukan bertujuan untuk menggugah presiden sebagai pimpinan eksekutif tertinggi. Sehingga dapat memberikan sebuah teguran melalui garis hirarki eksekutif yang dimilikinya. Mungkin melalui gubernur, kemudian bisa melalui Walikota Bogor," ungkap Ketua Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B), Harry Ara, di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (22/7).

Menurutnya, selama ini, berbagai lembaga hukum, seperti Ombudsman dan MA sudah memberikan ketetapan hukum yang jelas, namun implementasi tidak pernah dilaksanakan oleh Walikota Bogor.


Sebelumnya, salah satu dewan penasehat Presiden, Albert Hasibuan, menyarankan agar GKI Yasmin dijadikan pilot project sebagai pusat peribadatan di Bogor. Kalaupun ada gereja, nantinya bersebelahan dengan masjid. "Kalau di Jakarta seperti Istiqlal dan Kartedal," ujarnya

Namun ia mengatakan, lagi-lagi Pemkot Bogor enggan menanggapi usulan dari dewan penasehat presiden. Sehingga terjadi kebuntuan yang terus menerus dalam pengambilan keputusan.

Dia pun mengaku bingung sebenarnya apa menjadi alasan Walikota Bogor dan semuanya yang disampaikan hanya dalam bentuk relokasi-relokasi saja. Padahal relokasi tersebut sebenarnya adalah pelarangan atau gusuran. Bahkan salah satu contoh yang ada di bekasi, relokasi yang dijanjikan ternyata tidak ada lahannya.

"Tuntutan kita (GKI Yasmin) meminta agar Pemkot Bogor segera mengijinkan pembangunan tempat peribadatan disana. Pasalnya, ketetapan hukum inkrah oleh MA telah memutuskan GKI Yasmin untuk melakukan pembangunan atas IMB tersebut," ujarnya

"Dari proses hukum kalau sudah inkrah sudah tetap tidak ada lagi selain perjuangan politik. Namun ini gereja, bagaimana upaya seperti ini dilakukan secara terus menerus. Minimal pemerintah pusat, yakni presiden tidak pura-pura tidak mengetahui miss comunication di daerahnya. Karena ini preseden buruk yang terjadi di daerahnya, pelarangan pembangunan tempat ibadah di daerahnya. Ini menjadi parameter yang kurang baik. Sehingga diskriminasi pemerintah pusat dan daerah itu memang terjadi," tambahnya. [arp]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya