Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Iran Desak PBB Tidak Tutup Mata Terkait Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar

MINGGU, 22 JULI 2012 | 09:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Menggebu-gebu dalam mencari solusi bagi krisis kemanusiaan di Suriah, namun diam dalam melihat pembantaian yang terjadi terhadap etnis minoritas muslim Rohingya di Myanmar.

Alasan inilah yang kemudian membuat pemerintah Iran dengan tegas mendesak PBB untuk mengambil tindakan dalam menyikapi masalah kemanusiaan di Myanmar.

"PBB harus mengambil langkah-langkah tegas sekaligus memelihara semangat  piagam PBB dalam melindungi hak orang-orang muslim di Myanmar dengan memanggil pemerintah Myanmar agar mengakhiri tindakan berutalnya," tulis Wakil tetap Iran untuk PBB Mohammad Khazaie dalam surat resmi ke Ban-ki Moon sebagaimana dikutip Press TV (Minggu, 22/7).


Dalam surat tersebut, Khazaie secara tersirat juga mempertanyakan sikap masyarakat internasional yang lamban dalam menyikapi pelanggaran HAM di Myanmar tersebut.

"Kami percaya bahwa pembersihan etnis dan agama terhadap umat Islam di bawah dalih apa pun tidak dapat dibenarkan dan tidak bisa diterima menurut hukum internasional yang kita diakui," lanjut Khazaie pada surat itu.

Hingga saat ini telah tercatat sedikitnya 650 etnis Rohingya tewas dan 1.200 dilaporkan hilang akibat dari tindak kekerasa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui etnis muslim Rohingya sebagai warga pribumi. Pemerintah Myanmar bahkan mengelompokan Rohingya sebagai imigran gelap, padahal mereka telah menetap hingga berabad-abad di Myanmar.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya