Berita

PT Bajaj Auto Indonesia (BAI)

Otomotif

Bajaj Tembus Tiga Besar Dunia

SABTU, 21 JULI 2012 | 09:48 WIB

Produsen motor asal India, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) sukses menembus jajaran tiga besar, sebagai pabrikan dengan penjualan terbesar di dunia. Ba­jaj masuk urutan ketiga sete­lah Honda dan Hero Moto­Corp.

Pada tahun finansial 2011 lalu, Bajaj Auto berhasil men­jual sebanyak 3,8 juta unit motor. Ti­dak hanya mencatat penjualan ter­tinggi, Bajaj juga menjadi salah satu produsen otomotif paling menguntungkan di dunia.

“Hal ini sungguh membang­gakan bagi perusahaan. Bajaj telah membuktikan kompeten­sinya di industri otomotif me­lalui ino­vasi teknologi, pe­ngem­bangan por­to­folio dan str­a­tegi penjua­lan yang mum­puni,” ujar Di­rektur Utama PT Bajaj Auto Indo­nesia, To­mo­ta­ka Ishikawa da­lam siaran pers­nya kepada Rakyat Merdeka, Kamis (19/7).

Bajaj menargetkan, penjua­lan sebanyak 4,5 juta unit sepeda motor secara global dengan pangsa pasar 30 per­sen. Bajaj Auto saat ini me­nempati posisi sebagai pemim­pin pasar di 12 negara dari 35 negara tujuan ekspornya. Se­lain itu, Bajaj memiliki 47 persen saham di KTM Power Sport AG dari Australia dan saat ini menguasai 10 persen pangsa pasar.

Varian yang menyumbang­kan angka terbesar penjualan Bajaj adalah, Pulsar dan Disco­ver. Secara kumulatif, pen­jualan keduanya mampu men­capai angka lima juta unit. Va­rian Bajaj Discover diprediksi menjadi merek sepeda motor dengan penjualan terbesar kedua di India.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Juni 2012, Bajaj yang menjual Pulsar di Indone­sia mampu menaikkan jumlah penjualan. Selama periode 2010-2011, mencatat kenaikan volume penjualan yang signi­fikan sebe­sar 41 persen, yaitu dari 16.700 unit di 2010, naik menjadi 23.600 unit pada akhir 2011 lalu.

“Tim kami memiliki kompe­tensi dan semangat yang tinggi untuk membuat Pulsar diterima di pasar Indonesia. Kami sa­ngat bangga dengan keberha­silan tim Bajaj di Indonesia,” tutup Ishikawa. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya