Berita

ilustrasi/ist

Gus Mis: Pilkada Jakarta Tunjukkan Suara Rakyat adalah Suara Tuhan

SELASA, 17 JULI 2012 | 17:08 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Butuh ideologi dan kiblat dalam membangun negara yang demokratis. Dan kiblat Indonesia dalam membangun sistem demokrasi saat ini adalah negara-negara kapitalis dan negara-negara neo-liberal.

Demikian disampaikan pengamat politik Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, dalam diskusi di Rumah Perubahan 2.0, kompleks pertokoan Duta Marlin di kawasan Harmoni, Jakarta, Selasa siang (17/7).

Menurut Zuhairi, kunci demokrasi di Timur Tengah terletak pada kedaulatan rakyat. Dan penguasa yang bertentangan dengan rakyat, yang rata-rata berideologi sosialis, pasti akan tumbang.


"Kalau saya bandingkan di Mesir dan Jakarta, kita punya banyak sekali pemimpin. Siapapun bisa jadi pemimpin. Di Indonesia, tukang becak pun bisa jadi pemimpin, tidak melulu yang memiliki uang yang menang," ujar pria yang biasa disapa Gus Mis.

Zuhairi pun melihat proses Pilkada di Jakarta akan menjalar kemana-mana. Pilkada Jakarta itu menunjukkan bahwa suara rakyat merupakan representasi dari suara Tuhan.

"Bukan suara survei," demikian Zuhairi. [ysa]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya