Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Angkatan Laut Iran Klaim Kekuatan AS Masih di Bawah Iran

MINGGU, 15 JULI 2012 | 09:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Iran telah berulang kali menyatakan kesiapannya dalam menghadapi segala ancaman serangan dari luar, termasuk dari Amerika Serikat. Dan yang terakhir, Angkatan Laut Iran mengklaim bahwa AS bukanlah tandingan mereka di Teluk Persia.

Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) Laksamana Ali Fadavi mengungkapkan bahwa penggunaan sanksi ekonomi terhadap Iran dikarenakan AS sudah tahu akan kekuatan militer Iran sekarang, dan takut untuk mengambil resiko besar di Teluk Hormuz.

"Alasan mengapa AS hanya menjatuhkan sanksi ekonomi adalah karena mereka tidak dapat mengambil keuntungan dari aksi militer," ujar Ali Fadavi sebagaimana dikutip Press TV, (Minggu, 15/7).


Seandainya saja AS dan sekutunya dapat meraih tujuan mereka melalui serangan militer, lanjut Fadavi, maka mereka tentu sudah melakukan hal tersebut sejak dulu.

Lebih lanjut Fadavi mengatakan kekuatan roket Iran telah meningkat jauh dalam beberapa tahun terakhir dan AS sangat mengetahui kapasitas rudal yang dimiliki Iran.

"Itulah mengapa AS hanya menekan melalui embargo minyak dan sanksi ekonomi. Karena, opsi militer melawan Iran tidak akan berguna bagi mereka," tegas Fadavi.

Selain itu, Fadavi mengatakan bahwa AS trauma dengan kekalahan di perang 33 hari melawan Hizbullah Lebanon serta serangkaian perang melawan Afghanistan dan Irak yang telah telah memberi AS dan Israel pelajaran pahit.

Fadavi yakin serangkaian pengalaman pahit itu akan membuat mereka berpikir seribu kali untuk melakukan hal serupa pada Iran.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya