Berita

arbi sanit/ist

Demokrat 'Masuk Tanah', PDIP Tambah Gemilang

SABTU, 14 JULI 2012 | 20:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemilukada DKI Jakarta merupakan ujian bagi partai-partai menuju Pilpres 2014 mendatang. Suara jeblok yang diperoleh Demokrat di Jakarta, merupakan sinyalemen buruk bagi partai asuhan Presiden SBY itu dalam pertarungan skala nasional nanti.

"Partai Demokrat akan menghadapi masalah," kata pengamat politik senior dari UI, Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Sabtu, 14/7).

Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga riset, jagoan Demokrat, Foke-Nara memperoleh suara 33 persen, kalah oleh jagoan PDIP, Jokowi-Ahok dengan 43 persen. Padahal sebelum pemilihan dilakukan, duet Foke-Nara diprediksi mendapat suara lebih dari 40 persen. Lingkaran Survei Indonesia yang dipimpin Denny JA malah menyebut calon incumbent itu menang satu putaran.


Menurut Arbi, hasil gemilang Jokowi akan berdampak positif bagi partai berlambang kepala banteng moncong putih itu di ajang Pilpres nanti. Bahkan, kata pengamat yang keluar dari Partai Serikat Rakyat Independen dengan alasan sangat ideologis itu, kegemilangan PDIP akan bertambah bila mereka mengusung Jokowi sebagai capres. Tentunya setelah menang di Pilgub putaran ke dua nanti.

"PDIP akan meraup keuntungan banyak karena dia (Jokowi) sudah teruji menang di Jakarta," katanya.

Meski begitu, diingatkan Arbi, sukses Demokrat dalam Pilpres mendatang belum tertutup-tutup amat. Asalkan mereka mengusung capres yang kredibel dan berintegritas tinggi.

"Ya, misalnya mengusung Mahfud MD, Sri Mulyani atau Dahlan Iskan. Itu akan terbalaskan. Kalau memajukan Anas, sudah pasti Demokrat "masuk tanah", atau tenggelam," imbuh dia.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya