Berita

rizal ramli/rmol

PILPRES 2014

Diplomat Asing Menimbang Prabowo Subianto dan DR. Rizal Ramli

SABTU, 14 JULI 2012 | 14:54 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemilihan presiden baru akan digelar dua tahun lagi. Tetapi topik itu sudah biasa dibicarakan. Tidak hanya di kalangan politisi dan masyarakat awam, melainkan juga di kalangan diplomat asing yang bertugas di Jakarta.

Dari pembicaraan Rakyat Merdeka Online dengan diplomat senior negara sahabat dapat disimpulkan ada dua tokoh yang sedang dibicarakan kalangan diplomat asing. Kedua tokoh itu adalah mantan Pangkostrad Letjen Prabowo Subianto dan ekonom senior DR. Rizal Ramli.Dengan berbagai catatan, Prabowo dan DR. Rizal Ramli dinilai pantas menjadi calon presiden mendatang.

Seorang diplomat senior dari sebuah negara di Timur Tengah mengatakan bahwa Indonesia sedang berada di persimpangan jalan dan memiliki banyak kesempatan dan peluang emas di tengah berbagai krisis yang sedang dialami dunia internasional.

Dengan demikian, yang dibutuhkan Indonesia adalah tokoh yang bisa membawa perbaikan untuk masa yang akan datang. Bukan tokoh yang memiliki kaitan sangat kuat dengan masa lalu.

Secara khusus ia menyoroti Prabowo yang menurutnya mewakili semangat masa lalu, dalam hal ini rezim Orde Baru. Kesimpulannya ini diperolehnya dari dari informasi yang dia peroleh di media massa maupun perbincangan dengan pihak Indonesia dan korps diplomatik asing.

"Indonesia tidak mungkin kembali ke belakang," ujar sang diplomat.

Di mencontohkan Rusia. Kelompok-kelompok dan figur yang menjual kenangan Rusia di masa lalu, tidak pernah mendapatkan dukungan mayoritas rakyat dalam pemilihan.

"Kelompok yang ingin kembali ke zaman Uni Soviet atau kekaisaran Rusia tak pernah berhasil," ujarnya.

Sementara seorang diplomat senior dari sebuah negara maju (developed country)di kawasan timur Asia belakang ini tertarik pada artikel-artikel yang ditulis DR. Rizal Ramli di harian berbahasa Inggris, Jakarta Post. Diplomat ini sudah dua tahun bertugas di Indonesia. Sebelumnya ia tak mengenal Rizal Ramli. Apalagi mengetahui track record Rizal Ramli di pemerintahan Abdurrahman Wahid. Dus artinya, dia baru mengenai DR. Rizal Ramli lewat artikel-artikel itu.

Dia menyimpulkan, mantan Menko Perekonomian itu memiliki pemahaman yang amat baik tentang berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia, tidak hanya di lapangan politik, melainkan juga di lapangan ekonomi.

"Infrastruktur adalah salah satu persoalan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dan dia (DR. Rizal Ramli) bisa menguraikan persoalan itu dengan tepat. Dia juga kelihatannya tahu bagaimana memecahkan kebuntuan," ujarnya.

Urusan infrastruktur, sebutnya lagi, tidak bisa dipandang remeh. Infrasturktur yang minim merupakan satu kendala utama berinvestasi di Indonesia, selain persoalan kelemahan praktik hukum.

Sang diplomat kemudian mendapatkan informasi lain mengenai DR. Rizal Ramli. Misalnya tentang partai politik yang tidak dimiliki anggota Panel Ahli PBB untuk Indeks Pembangunan Manusia itu.

"Dalam pilpres, partai politik memegang peranan penting. Kalau memang mau maju, dia harus segera memiliki partai politik yang bersedia mendukungnya," masih kata sang diplomat.

"Tetapi dukungan rakyat jauh lebih penting. Siapa yang akan menjadi presiden Indonesia mendatang ada di tangan rakyat Indonesia," sambungnya. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya