ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Otonomi Khusus (Otsus) bagi Provinsi Papua diberikan oleh Negara Republik Indonesia melalui Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001. Namun Otsus tidak berjalan efektif, seperti banyaknya dugaan penyalahgunaan jabatan oleh stakeholder di Papua. Alokasi anggaran Otsus sebesar Rp 1,6 triliun pun tidak jelas.
"Pelaksanaannya macet dimana-mana karena pengawasannya lemah, karena itu jebol disana-sini seperti korupsi. Dan pemerintah pusat pun tidak berani mengusutnya," kata tokoh Papua, Jopari yang juga Dosen IPDN, di Hotel Bidakara, Jakarta, (Jumat, 13/7).
Menurutnya salah satu solusinya adalah, kalau tidak siap membangun Papua maka jangan memberikan 'janji manis' ke Papua.
Populer
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Senin, 06 April 2026 | 08:19
Senin, 06 April 2026 | 08:06
Senin, 06 April 2026 | 08:00
Senin, 06 April 2026 | 07:48
Senin, 06 April 2026 | 07:36
Senin, 06 April 2026 | 07:21
Senin, 06 April 2026 | 07:06
Senin, 06 April 2026 | 06:32
Senin, 06 April 2026 | 06:12
Senin, 06 April 2026 | 06:07