Berita

rmol

Dari Istana SBY, Puluhan Ribu Buruh Bergerak ke Kantor Menteri Hatta Rajasa

KAMIS, 12 JULI 2012 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Usai menggelar aksi dan berorasi di depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, puluhan ribu buruh bergerak ke kawasan Lapangan Banteng. Di Lapangan Banteng ini, mereka akan melanjutkan aksi di kantor Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Tuntutan yang akan disampaikan pada Hatta Rajasa, sama dengan tuntutan yang sudah disampaikan di depan Istana Merdeka. Mereka mendesak pemerintahan SBY untuk menghapus sistem outsourcing dan menghapus upah murah.

Aksi ini dipicu oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) tentang komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak. Dengan peraturan ini maka jumlah kebutuhan yang semula 46 menjadi 60 jenis KLH. Penambahan komponen ini bila  dinominalkan, maka buruh hanya mendapatkan tambahan upah sekitar Rp 40.000 per bulan dari standar KLH lama yaitu Rp 20.000.


Ditemui di kawasan Monas (Kamis, 12/7), Kapolres Jakarta Pusat, AR Yoyol mengatakan bahwa secara umum, polisi menurunkan sekitar 5.300 personil untuk mengawal aksi ini. Kekuatan polisi ini berasal dari kesatuan Brimob, reserse, sabara, intel, dan polantas.

"Kami hanya mempersiapkan personel sesuai dengan ancaman yang dihadapi. Pengamanan aksi buruh sudah sesuai Standar operasional kepolisian kok," ujar Yoyol. [ysa]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya