Berita

ilustrasi

Ribuan Buruh Terus Bergerak Menuju Istana

KAMIS, 12 JULI 2012 | 12:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Puluhan ribu pekerja dan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) merangsek menuju Istana Negara dari Bundaran Hotel Indononesia, Jakarta Pusat.

KSPI merupakan aliansi dari berbagai organisasi buruh, seperti PGRI, FSP KEP, FSPMI, FSP KAHUTINDO, FSP FARKES-Ref, ASPEK INDONESIA, FSP ISI, SP PMII dan FSP PAR-Reformasi. Massa buruh ini tidak hanya berasal dari Jabodebatek tapi juga dari berbagai daerdah di Jawa Barat.

Sebelumnya massa mulai berkumpul di Bundaran HI sejak pukul 10.00. Dan setengah jam kemudian, pukul 11.30 mereka berjalan menuju Istana.  Sekitar pukul 12.00 WIB, massa yang berada di barisan terdepan sudah sampai Istana. Tapi gelombang massa buruh masih terus berdatangan mengular. Tak hanya dari Bundaran HI, ternyata ribuan massa buruh lainnya bergerak dari Jalan Sudirman ke arah Bundaran HI menuju Istana.

Tak pelak, Jalan Sudirman dan jalan Thamrin yang dilalui massa buruh macet. Aparat Kelihatan pun tampak sibuk mengatur lalu lintas. Sebelumnya, massa juga berdemo di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmgrasi di Jalan Gatot Subroto dan kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Aksi ini merupakan respon atas sikap Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar yang memaksa menerbitkan Peraturan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Pasalnya, dengan penerbitan itu, secara nominal para pekerja akan tetap tidak bisa hidup layak dan harus terus berhutang.

"Hentikan politik upah murah dan berlakukan upah layak dengan cara, hapus pasal pentahapan yang gagal dijalankan selama lima tahun, upah minimum minimal 100 persen KHL, upah minimum sektoral minimal 10 persen dari UMK," tegas Presiden KSPI, Said Iqbal.

Tak hanya itu, buruh juga mendesak Menakertrans membuat Permenakertrans baru tentang tenaga ahli daya (outsourcing) sampai akhir juli 2012. "Cabut izin penyelenggara outsourcing yang ilegal dan juga melaksanakan moratorium sampai akhir september 2012, dengan langsung turun lapangan," tegasnya. [zul]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya