Berita

kilang gas/ist

Harga Gas Blok Madura Dinilai Terlalu Tinggi

SELASA, 10 JULI 2012 | 21:54 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Harga jual gas dari Blok Madura dinilai terlalu tinggi setelah PT Pertamina memutuskan untuk menaikkan harga jual gas dari blok tersebut. Kenaikan harga juga dinilai memberatkan mitra bisnis PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) yang menyalurkan gas dari blok tersebut ke pasar domestik.           

Salah satu protes atas harga jual gas Blok Madura yang terlalu tinggi itu datang dari PT Gresik Migas. Perusahaan penyalur gas ke berbagai sektor industri di Jawa Timur itu melayangkan surat protes ke Pertamina, meminta agar kenaikan harga gas ditunda sebelum mendapatkan persetujuan dari pihak-pihak terkait.

Selama ini PT Gresik Migas merupakan mitra bisnis PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE-WMO) dalam menyalurkan penjualan gas dari Blok Madura, terhitung sejak Maret 2011. Harga yang disepakati keduanya adalah sebesar US$ 5,56, dengan kesepakatan jika terjadi kenaikan maka penentuan harga baru harus mendapat persetujuan dari BP Migas.


Namun Pertamina sudah berencana menaikkan harga jual gasnya, tanpa meminta persetujuan dari BP Migas. Naik dari USD 5,56 per mmbtu menjadi USD 6,5 per mmbtu. Menurut Gresik Migas, kenaikan itu selain menyalahi kesepakatan juga dinilai memberatkan mitra-mitra bisnis Pertamina dalam menyalurkan gas dari Blok Madura. Kenaikan harga gas secara sepihak dari PHE-WMO ini mengindikasikan adanya ketidakpastian harga jual gas di Jawa Timur. Hal ini membuat mitra-mitra bisnis Pertamina kesulitan untuk menentukan harga jual gas ke hilir atau ke end-user.

Dalam surat protesnya yang disebarkan kepada wartawan (Selasa, 10/7), Direktur PT Gresik Migas, Bukhari, menyebutkan bahwa belum adanya persetujuan dari BP Migas soal penentuan kenaikan harga jual gas dari Blok Madura ini menyebabkan Gresik Migas belum mencapai kesepakatan dengan end-user mengenai harga jual gas nya. Menurut Bukhari, saat ini pasokan gas di Jawa Timur dalam keadaan melimpah, sehingga sesuai hukum pasar dalam keadaan melimpah ini kenaikan harga gas yang diputuskan oleh PHE-WMO akan sangat memberatkan penjualan gas di Jawa Timur.

"Sehubungan dengan hal itu, maka kami minta agar penjualan gas dari Pertamina dapat diterapkan harga gas sebelum kenaikan, sambil menunggu terjadinya kesepakatan para pihak," kata Bukhari.

Bukhari juga mengingatkan bahwa sesuai kesepakatan sebelumnya, penentuan harga gas harus mendapat persetujuan dari BP Migas, dan tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh PT Pertamina. Hingga saat ini Gresik Migas belum mendapat salinan persetujuan kenaikan harga tersebut, sehingga pihaknya menganggap tidak sah jika Pertamina menaikkan harga. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya