Berita

Jika Tetap Lakukan Perpeloncoan, Kepala Sekolah Bisa Dilaporkan ke Aparat Hukum

SELASA, 10 JULI 2012 | 15:20 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Masa Orientasi Siswa (MOS) yang saat ini tengah berlangsung harus dilakukan dengan tanpa melalui pendekatan kekerasan baik tekanan fisik  maupun psikis oleh pihak sekolah kepada anak didik.

Demikian disampaikan anggota DPR RI Komisi X, Reni Marlinawati dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Selasa (10/7).

"MOS justru harus menjadi ajang peletakan pondasi dasar bagi siswa untuk menapaki jenjang pendidikan berikutnya. Penguatan karakter serta mendorong sikap mandiri dan bertanggungjawab siswa tidak bisa dengan pendekatan kekerasan," kata politisi PPP ini.


DPR mendorong semua pihak, bila terdapat sekolah yang masih melakukan perpeloncoan dan aksi kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap anak didik khususnya selama masa MOS, tak segan-segan memproses secara hukum.

"Semuanya harus diproses, baik pelaku maupun pihak kepala sekolah (penanggungjawab). Langkah ini penting untuk memastikan sekolah sebagai tempat pembentukan karakter anak didik demi terciptanya siswa yang mandiri dan bertanggungjawab," sambungnya.

Kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, imbuhnya, diharapkan melakukan kontrol atas pelaksanaan MOS dengan memastikan dinas Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh Indonesia dapat memberi arahan serta kontrol atas pelaksanaan MOS di seluruh sekolah di wilayahnya masing-masing.

Temuan monitoring dan evaluasi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di sembilan kota di Indonesia pada April 2012 lalu mengungkap aksi kekerasan di lingkungan sekolah masih cukup tinggi sebanyak 66,5 persen (625 anak) pernah mengalami kekerasan yg dilakukan oleh guru, 74,8 persen (768 anak) pernah mengalami kekerasan oleh teman sekelas, dan 56,3 persen (578 anak) kekerasan oleh teman lain kelas. Data tersebut menunjukkan aksi kekerasan di lingkungan sekolah masih tinggi. [arp]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya