Berita

suryadharma ali

Menag Pastikan Jamaah akan Dapatkan Manfaat dari Setoran ONH ke Bank

SELASA, 10 JULI 2012 | 14:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Agama Suryadharma Ali membantah terburu-buru berencana menetapkan kenaikan ongkos naik haji (ONH) sebesar 10 persen dari ONH tahun lalu sebesar Rp 30.771.900.  Dia menepis kenaikan itu akan merugikan para calon jemaah yang sudah menyetor dana haji di bank sejak 5 tahun yang lalu.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengungkapkan itu kepada wartawan sebelum rapat dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, (10/7).

"Di dalam pembiayaan haji itu ada yang disebut direct cost dan ada yang disebut indirect cost. Yang disebut dengan direct cost adalah biaya yang harus dibayar oleh jemaah dan langsung dibayarkan," jelasnya.

Sedangkan biaya indirect cost adalah hasil optimalisasi setoran awal haji yang sudah terpendam selama 5-10 tahun. Tapi kemudian ada manfaat dari setoran, yang dalam bahasa bank konvensional disebut bunga.

"Dari sinilah biaya-biaya lain dibayar, dari anggaran ini. Contoh misalnya untuk general service fee seperti biaya pelayanan umum yang harus kita bayarkan kepada pemerintah Arab Saudi itu sebesar USD 277. Sedangkan jamaah hanya membayar USD 100. Lalu USD177 lagi diambil dari dana bunga setoran awal haji," jelasnya.

Kemudian untuk biaya asuransi jamaah sebesar Rp100.000. Dulu jamaah membayar biaya asuransi. Sekarang tidak. Dananya diambil dari bunga setoran awal haji juga. Begitu juga untuk biaya paspor sebesar Rp255.000 dulu ditanggung jamaah, sekarang juga ditanggung dari dana tersebut. Tak hanya itu, untuk biaya makan di Jeddah, Arofah, Mina dan Madina, jamaah tidak membayar lagi. Begitu juga pemondokan.

"Misalnya di tahun 2012 DPR mengesahkan 3.300 riyal. Kemudian realisasinya disana 4.300 real. Maka ada selisih 1.000 riyal. Dana itu juga diambil biaya penambahannya. Jadi jangan sampai ada salah pengertian. Jangan sampai ada pemahaman bahwa uang yang mengendap begitu lama tidak dikembalikan kepada jemaah. Itu salah besar," tandas Ketua Umum DPP PPP. [zul]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya