Berita

ist

Jangan Saling Tuding, Macet Di Merak-Bakauheni Bukan Karena Armada Semata

SENIN, 09 JULI 2012 | 21:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kemacetan yang terjadi di pelabuhan Merak-Bakauhuni yang terus berulang ini menjadi bukti lemahnya koordinasi antar instansi pemerintahan. Kementerian Perhubungan yang bertanggungjawab dalam hal transportasi dan Kementerian BUMN yang bertanggungjawab dalam pengelolaan PT ASDP nyatanya belum memberikan solusi konkret untuk mengatasi kemacetan itu. Justru upaya saling tuding satu sama lain kerap terjadi.

"Kami meminta agar kedua instansi tersebut dapat melakukan koordinasi lebih intensif dan serius untuk menyelesaiakan persoalan di penyebrangan Merak-Bakauhuni," pinta anggota Komisi V dari Fraksi PPP, M Arwani Thomafi dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi (Senin, 9/7).

Persoalan kemacetan penyebrangan pelabuhan Merak-Bakauheni telah berulang kali terjadi. Penyelesaiannya harus dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial. Meski telah dilaporkan kemacetan telah terurai, bukan berarti masalah tuntas.


"Penambahan kapal yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kemacetan di penyebrangan Merak-Bakauhuni jelas bukan menjadi solusi satu-satunya. Justru langkah ini seperti menyederhanakan persoalan. Karena persoalannya bukan hanya di jumlah armada semata," tegas dia.

Diingatkan dia, kerugian atas kemacetan yang terjadi tidak sedikit. Penyelesaian yang dilakukan pemerintah dalam kenyataannya tak menyelesaikan persoalan.

"Kesan kebijakan hanya bersifat parsial dan tidak komprehensif sulit dibantah. Sepatutnya rekomendasi Ombusman RI dijadikan bahan evaluasi untuk memutus kemacetan pelabuhan Merak-Bakauhuni. Apalagi, tidak lama lagi kita akan menghadapi arus mudik-arus balik lebaran. Perbaikan secara komprehensif dan menyeluruh mutlak dilakukan," tandas dia.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya