Berita

arwani thomafi

Jubir PPP: PNS Harus Netral, KPUD dan Panwaslu Mesti Profesional

SENIN, 09 JULI 2012 | 18:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rabu besok (11/7), pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta akan digelar. Karena itu diharapkan, pesta demokrasi untuk warga Jakarta itu berjalan dengan jujur, adil, dan damai.

"Kami optimistis, masyarakat Jakarta sangat dewasa dalam melaksanakan demokrasi di Ibukota," ujar Jurubicara PPP M. Arwani Thomafi dalam keterangan pers yang diterima (Senin, 9/7).

Kendati demikian, PPP berharap penyelenggara Pemilukada DKI Jakarta yakni KPU Provinsi DKI Jakarta dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta dapat bekerja secara profesional. Karena itu, penyelenggara pemilu harus bekerja dengan profesional dan obyektif.

"Kami juga meminta kepada aparatur pemerintahan DKI Jakarta dari tingkat provinsi hingga kelurahan untuk bersikap netral," sambungnya.

Dia menjelaskan, Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Disiplin PNS pasal 4 secara tegas diatur larangan bagi PNS untuk memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah.

"Netralitas PNS penting untuk menjamin keberlangsung birokrasi yang non partisan serta memastikan layanan publik tidak terganggu oleh kepentingan politik sesaat," ungkapnya.

Sementara kepada seluruh pasangan calon dan partai politik, Arwani berharap dapat menjaga stabilitas Ibukota Jakarta dengan melaksanakan hajatan demokrasi lima tahunan ini dengan damai dan dewasa.

"Di masa tenang menjelang pelaksanaan Pemilukada DKI ini agar semua pihak menahan diri, khususnya kandidat dari incumbent yang secara bebas menggunakan atribusi jabatannya yang memungkinkan bermain di wilayah abu-abu. Karena dalam praktiknya, kandidat incumbent dengan leluasa menggunakan jabatannya untuk bertemu dengan publik," demikian Arwani. [zul]


Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya