Berita

ilustrasi/ist

Syahganda Nainggolan: Korupsi Akibat Keteladanan Pemimpin Lemah

MINGGU, 08 JULI 2012 | 21:22 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kasus korupsi pengadaan Al Quran di Kementerian Agama yang telah dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah pertanda serius yang bila dibiarkan akan membuat Indonesia semakin miskin moral. Perang melawan korupsi harus digalakkan dengan sungguh-sungguh. Kepolisian dan Kejaksaan juga harus bangkit dalam memerangi korupsi.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, dalam keterangan yang diterima Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (8/7).

“KPK harus bekerja sangat keras untuk menggiring para koruptor ke sel penjara dan kemudian mengganjarnya dengan hukuman berat. Terutama bagi mereka yang melakukan korupsi secara memalukan dan menyebabkan bangsa ini meradang dari sisi moral,” kata Syahganda.

  Pola permainan korupsi sudah semakin kasat mata, ibarat merangkai dari hulu ke hilir serta melibatkan pejabat pemerintah dimana pun.

Menurut kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia ini, upaya memberantas korupsi memerlukan tindakan moral hukum yang tegas dan cepat, dan tidak boleh setengah hati apalagi melibatkan praktik tarik-menarik kepentingan politik.

  “Selayaknya penegak hukum penuh keberanian dan tidak boleh mempermainkan hatinurani masyarakat luas agar persoalan korupsi tidak malah membesar,” ujarnya sambil menambahkan bahwa korupsi juga terjadi akibat lemahnya keteladanan hidup para pemimpin.

Dia juga mengingatkan agar elit dan kelompok yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat Indonesia harus bekerja keras mendapatkan pemimpin bangsa yang sanggup membebaskan Indonesia dari malapetaka korupsi. [guh]

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya