Berita

ilustrasi

Aneh, Pilkada Satu Putaran Diklaim Satu Pasangan Calon

Bukan Cuma Rakyat Kecil yang Cari Duit di Arena Pilkada
SABTU, 07 JULI 2012 | 10:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pragmatisme politik akan jadi beban negara, bukan hanya di Jakarta yang segera menggelar hari pencoblosan memilih Gubernur periode baru.

"Dimanapun, ketika sistem kedewasaan partai itu tidak ada, tidak semudah itu untuk mengatakan terima uangnya lalu coblos calon lainya. Kondisi di bawah tidak sesimpel itu," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, saat diskusi Pilkada DKI di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/7).
 
Dalam pandangannya, masyarakat masih sangat feodal secara struktural. Dan biasanya, ajang kampanye adalah ajang mencari uang bukan bagi rakyat kecil saja, tapi orang-orang yang dihormati masyarakat dan ditakuti ketika mereka menjadi calo politik dalam proses transaksional.


"Jarang terjadi dalam tempat terbuka pemberian uang. Yang kita tidak tahu, termasuk ICW dan Panwaslu, adalah uang yang dibagikan besar ke timses ketika mereka punya lembaga atau komunitas. Itu yang lebih banyak terjadi di hari-hari akhir," ucap pengamat bersapaan Toto itu.

Dia juga mengingatkan kepada publik, agar tidak terjebak rilis survei di hari-hari terakhir mendekati pencoblosan yang tujuannya tentu saja menggiring opini publik.

Selain itu, baginya sungguh tidak masuk akal jika ada rilis dari lembaga survei tertentu yang menyatakan sebagian besar publik hanya menginginkan satu putaran, lalu mengklaimnya sebagai cita-cita satu pasangan kandidat tertentu.

"Seakan masyarakat pasti mendukung calon itu. Padahal semua calon juga tidak ada yang mau pemilu lama-lama. Pesan itu sangat tidak substansial dan saya sesalkan atas nama riset ilmiah," ucapnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya