Berita

ilustrasi

PILGUB DKI

Dari Ambulans Titipan Sampai Musim Pengobatan Gratis

SABTU, 07 JULI 2012 | 09:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Ada-ada saja ulah kandidat Pilkada Jakarta bersama tim suksesnya untuk menarik simpati rakyat. Namun kadang caranya tidak etis dan menipu.

Kordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan, mengungkapkan temuan lembaganya bahwa praktik transaksional yang dilakukan pasangan kandidat gubernur sangat beragam.

"Ada yang menitipkan ambulans di sebuah kelurahan, nanti kalau suara warga mencapai 90 persen untuknya, baru ambulans itu dijadikan milik warga. Kalau tidak, ditarik kembali," ungkap Abdullah dalam diskusi Pilkada DKI, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).
 

 
Ada pula pengumpulan massa seolah menjadi tim relawan tapi nyatanya dikumpulkan dan dikondisiksan untuk kemudian diberikan uang yang jumlah per orang mencapai Rp 200 ribu - Rp 400 ribu.

"Angka itu bukan kategori cost politic tapi money politic," tegasnya.

Ketika warga dikumpulkan di satu tempat, dibrifing lalu diberi uang Rp 200-400 ribu, itu bukanlah pengganti ongkos yang normalnya di kisaran Rp 50 ribu.

"Batasan mana politik uang dan ongkos politik ini beda tipis. Lalu ada yang gelar pengobatan gratis. Pertanyaannya, apakah rutin dia lakukan pengobatan itu?" tegasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya