Berita

Zulkarnaen Djabar

Al Quran yang Proses Pengadaannya Bermasalah Itu Ternyata untuk Rakyat Miskin

JUMAT, 06 JULI 2012 | 15:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus korupsi pembahasan anggaran untuk pengadaan Al Quran di Kementerian Agama (Kemenag) semakin menghenyakkan dada. Pasalnya, ternyata Al Quran yang sudah tercetak melalui tahapan tak halal itu ditujukan untuk masyarakat miskin.

"Ini untuk masyarakat yang pra sakinah, untuk masyarakat miskin," tutur Dirjen Urusan Agama Islam dan Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama, Ahmad Jauhari.

Menurut dia, yang paling berhak menerima bantuan Al Quran dari Kemenag ini adalah masyarakat miskin. Jauhari menambahkan, di Indonesia masih banyak masyarakat yang butuh bantuan Al Quran. Dari hitungan Kemenang, jumlahnya mencapai 20 juta orang.

Karena itu proyek pengadaan Al Quran di Kemenag rutin dilakukan. Jauhari menambahkan, seperti dikutip dari JPNN, Al Quran gratis tersebut langsung dibagi ke Kantor Wilayah Kemenag. Biasanya, Kemenag mengadakan dua jutaan eksemplar Al Quran setiap tahunnya.

Tahun ini, Al Quran yang pembahasan anggaran pengadannya diwarnai suap ke politisi Golkar Zulkarnaen Djabar itu pun sudah tiba di sejumlah daerah. Salah satu daerah yang sudah menerimanya adalah Kabupaten Bogor.

Kasi Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, Apud Sihabudin membeberkan, tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan 1.000 eksemplar Al Quran dari Kemenag Pusat. Menurut dia, Al Quran tersebut dibagikan kepada majelis ta"lim, pondok pesantren dan beberapa pihak yang mengajukan permohonan bantuan kitab suci.

 "Kita juga persiapkan beberapa eksemplar untuk dibagikan pada program tarawih keliling Ramadan nanti," ujarnya.

Selain itu, sedikitnya 15 eksemplar Al Quran dibagikan ke masjid-masjid di wilayah Kabupaten Bogor melalui program Jumat keliling (Jumling) olah Bupati Rachmat Yasin (RY). "Pembagian kami pusatkan di kegiatan Jumling dan Tarling. Karena jumlahnya juga tidak mencukupi kalau harus kami bagikan ke seluruh masjid yang ada di Kabupaten Bogor," terangnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya