Berita

sby/ist

Tanpa Menyebut Nama, SBY Kembali Serang Anas

KAMIS, 05 JULI 2012 | 05:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, kembali menyerang kadernya, Anas Urbaningrum.

Meski secara eksplisit SBY tidak menyebut nama Anas, namun secara implisit maksud pidato yang disampaikan kepada jajaran stakeholder di Nusa Tenggara Timur kemarin bukan tidak mungkin benar-benar dimaksudkan untuk Anas.

Kemarin, SBY bersama Ibu Ani Yudoyono dan sejumlah menteri meninjau peternakan sapi rakyat di ladang savana di Desa Maubokul Kecamatan Pandaiwai Kabupaten Sumba Timur, NTT. Dalam kesempatan itu SBY mengatakan soal kemungkinan investor Australia membuka peternakan sapi modern di sana. Kelak kalau jadi, maka perlu lahan penggembalaan yang luas.


"Pemerintah daerah harus memastikan status lahannya tidak menjadi sengketa hukum di masa mendatang. Nanti saat akan dikembangkan, pastikan betul semuanya sudah selesai, tidak ada permasalahan apapun dengan lahannya," kata SBY seperti dikutip dari salah satu media online.

"Jangan sampai dianggarkannya sekian triliun, pemerintah serius, dunia usaha dalam atau luar negeri juga serius, tiba-tiba ada rebutan di bawah karena status tanah. Tidak baik dan kita malu," sambung SBY.

Di hari yang sama, Anas sendiri menjalani pemeriksaan penyelidik KPK untuk dimintai penjelasan tentang proyek pembanguna pusat olahraga di Hambalang. Dia antara lain diperiksa terkait dokumen-dokumen pembebasan tanah di Hambalang tersebut.

"Iya semuanya, semua yang dituduhkan oleh Nazaruddin. Mengenai dokumen-dokumen dan kepemilikan mobil miliknya," kata Firman Wijaya, pengacara Anas usai menemani pemeriksaan kliennya, menjelaskan materi pemeriksaan, kemarin, di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Kalau benar pidato SBY di NTT untuk menyerang Anas, maka itu adalah serangan yang kesekian kalinya dilakukan SBY terhadap ketua umum Partai Demokrat itu. Sebelumnya, SBY menyerang Anas ketika berpidato dalam acara silaturahmi para pendiri dan deklarator Partai Demokrat minggu kedua Juni lalu. Saat itu SBY meminta kadernya yang tidak cerdas, bersih dan santun untuk meninggalkan Partai Demokrat. Memang lagi-lagi, dalam pidato tersebut SBY tidak menyebutkan nama kader, dalam hal ini Anas. Tapi sulit dipungkiri pernyataan itu bukan ditujukan kepada Anas yang hampir setahun terakhir banyak diisukan terlibat proyek yang berbau korupsi itu. Ketidakhadiran Anas juga seakan menguatkan spekulasi tersebut.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Investigasi Kecelakaan Jeju Air Mandek, Keluarga Korban Geram ? ?

Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:52

Legislator Nasdem Dukung Pengembalian Dana Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat

Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:43

Ledakan Masjid di Suriah Tuai Kecaman PBB

Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:32

Presiden Partai Buruh: Tidak Mungkin Biaya Hidup Jakarta Lebih Rendah dari Karawang

Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:13

Dunia Usaha Diharapkan Terapkan Upah Sesuai Produktivitas

Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:26

Rehabilitasi Hutan: Strategi Mitigasi Bencana di Sumatera dan Wilayah Lain

Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:07

Pergub dan Perda APBD DKI 2026 Disahkan, Ini Alokasinya

Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:52

Gebrakan Sony-Honda: Ciptakan Mobil untuk Main PlayStation

Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:24

Kebijakan Purbaya Tak Jauh Beda dengan Sri Mulyani, Reshuffle Menkeu Hanya Ganti Figur

Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:07

PAN Dorong Perlindungan dan Kesejahteraan Tenaga Administratif Sekolah

Sabtu, 27 Desember 2025 | 13:41

Selengkapnya