Berita

taufik kiemas/ist

Syahganda Nainggolan: Desakan Taufik Kiemas tentang Regenerasi Perlu Diseriusi

RABU, 04 JULI 2012 | 10:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kalangan elit nasional dalam lingkungan partai politik perlu menyikapi serius desakan Ketua MPR RI, Taufik Keimas, mengenai regenerasi politik di tanah air.

Taufik Kiemas, suami Ketua Umum PDIP Pejuangan Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Deperpu DPP PDI Perjuangan berulangkali menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kepada orang-orang muda. Sikap Taufik Kiemas itu dianggap mewakili  kegelisahan sejumlah tokoh yang peduli pada masa depan Indonesia yang lebih baik, termasuk dalam hal percaturan dengan bangsa-bangsa lain.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke  Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta (Rabu, 4/7).

Komitmen Taufik Kiemas tidak boleh dipandang sebelah mata dan diabaikan berbagai pihak. Apalagi diabaikan oleh pimpinan partai politik di tanah air.

"Kelanjutan hidup bangsa ini harus diletakkan dalam kerangka keniscayaan regenerasi, baik karena alasan sejarah maupun kebutuhan untuk menata kejayaan nasional secara sungguh-sungguh dengan menempatkan kaum muda  yang pantas sekaligus tangguh," ujar kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia ini.

Syahganda menilai, apabila orang muda tidak dilibatkan dalam pengelolaan negara, maka perjalanan Indonesia di masa depan akan mengalami banyak hambatan.

"Keengganan memberikan kesempatan kepada orang muda untuk berada pada tampuk kepemimpinan nasional otomatis merugikan nasib negara di kemudian hari. Terlebih lagi menyangkut elemen muda yang akan menjadi 'limbah politik' akibat hasrat dan  kelayakannya tidak dipersiapkan dengan sebaik-baiknya," jelas Syahganda yang juga anggota Dewan Pengarah Ikatan Alumni Institut Teknologi (IA-ITB) Pusat itu.

Membiarkan harapan orang muda untuk memimpin bangsa adalah kesalahan besar dan bukan praktik politik yang sama sekali baik. Bila elit nasional tidak memberikan kesempatan, maka rakyat pun tidak akan memiliki kepercayaan terhadap orang muda yang sesungguhnya memiliki kemampuan mengelola bangsa.

"Aspirasi mengedepankan kaum muda sama sekali tidak ada kaitannya dengan pendikotomian tua muda, tetapi semata-mata karena kewajiban politik, sejarah, serta moral," tambah Syahganda.

Dia berharap, pimpinan partai politik dan pemuka bangsa lainnya mempercepat kehadiran orang-orang muda yang layak untuk menjadi pemimpin bangsa di tingkat nasional, baik sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden mendatang.

Syahganda meyakini, perekrutan melalui penetapan kriteria atau bentuk penyaringan yang ketat dapat menghasilkan kualitas orang muda sesuai harapan untuk agenda kepemimpinan bangsa berdasarkan kepantasan secara nasional. Di sisi lain, lanjutnya, barisan orang muda dengan kapasitas terbilang pantas pun tersedia jumlahnya cukup banyak di negara ini.

"Tinggal semua pihak memeras usaha untuk mencari figur muda terbaik di antara yang baik dan layak. Apakah mengutamakan meknisme kader partai ataupun dengan membuka kesempatan pada sosok-sosok muda nonpartisan," demikian Syahganda. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya