Berita

presiden yudhoyono/ist

Koordinasi Pemerintah Atur Tata Niaga Holtikultura Lemah

SELASA, 03 JULI 2012 | 14:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Lemahnya koordinasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono membuat pengaturan tata niaga impor holtikultura dikritik. Kebijakan antara Menteri Pertanian, Perdagangan dan Para Gubenur yang tidak sejalan menyebabkan pelaku usaha kebingungan dan petugas Bea dan Cukai menjadi serba salah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Lira Indonesia (HIPLINDO), M. Jusuf Rizal usai menerima keluhan para importir anggota HIPLINDO di Jakarta (Selasa, 3/7).

"Ini harus segera diatasi kalau tidak akan menghambat perekonomian. Menko Ekonomi, Hatta Rajasa perlu segera ambil langkah-langkah stragis, taktis dan koordinatif dengan para menterinya agar tidak mengeluarkan kebijakan yang saling bertabrakan guna memacu pertumbuhan ekonomi," ujar Jusuf.

Menurut Jusuf Rizal, apapun kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memajukan dunia usaha patut didukung. Tapi, jika kebijakan itu ternyata memiliki kelemahan yang menjadi kontraproduktif, dunia usaha pasti akan berteriak, seperti kebijakan tata niaga impor produk holtikultura yang bertabrakan.

Menteri Pertanian telah mengeluarkan Permen soal pambatasan pemasukan produk holtikultura melalui pelabuhan (buah dan sayur) yang sedianya berlaku 19 Maret 2012 namun diundur hingga 19 Juni 2012. Namun Permen Perdagangan No. 30/M-DAG/PER/5/2012 malah menunda lebih lama lagi hingga 28 September 2012. Sementara untuk tujuan Jawa Timur, Gubernur Jatim, Soekarwo berdasarkan Perda menolak masuknya impor buah dan sayuran ke Jawa Timur, karena ditakutkan akan mematikan para petani.

"Tentu adanya peraturan itu akan menyulitkan aparat Bea Cukai dilapangan. Dualisme kebijakan Kementerian ini, seolah menunjukkan lemahnya koordinasi pemerintahan SBY-Boediono. Dunia usahapun menjadi bingung dengan kebijakan yang tidak singkron ini," tambah mantan Sekjen Indonesia Junior Chamber (IJC) Internasional itu.

Untuk itu, peraih penghargaan Leadership Award tersebut mendesak Menko Ekonomi Hatta Rajasa melakukan pembenahan kebijakan satu pintu agar masing-masing kementerian tidak jalan sendiri-sendiri sesuai dengan kepentingan masing-masing. Sebab kebijakan yang diambil tidak hanya menyangkut dalam negeri, tapi juga dunia internasional. Jika tidak dilakukan pembenahan citra pemerintahan SBY-Boediono akan lebih terpuruk lagi.

"Semestinya kebijakan-kebijakan strategis harus dibicarakan interdep. Bukan semau-maunya menterinya. Untuk itu Hatta Rajasa musti tegas benahi Permen yang tidak sejalan itu," tambah Jusuf Rizal. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya