Berita

ilustrasi, cabe

Bisnis

Pasokan Cabe Kurang, Inflasi Tambah Loncat

SELASA, 03 JULI 2012 | 08:09 WIB

RMOL. Tingkat inflasi Indonesia Juni 2012 naik sebesar 0,07 persen dibanding bulan sebelumnya atau menjadi 0,62 persen. Ko­n­disi ini membuka kemungkinan besar terjadinya kenaikan harga secara besar-besaran jelang pu­asa dan Lebaran. Terutama har­ga barang pokok.

Dari 66 kota di Indonesia, se­luruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi ada di Ambon dengan besaran 2,39 persen. Kemudian diikuti Manokwari 2,05 persen. Sementara inflasi terendah di Bima 0,04 persen.

“Yang mendorong kenaikan inflasi di Juni disebabkan ting­ginya harga cabe merah di 60 kota akibat kurangnya pasokan, karena masih ada hujan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin.

Seperti di kota Padang, ke­naikan harga cabe bisa mencapai 101 persen. Di Pematang Siantar naik 90 persen dan kota lainnya naik 10-80 persen.

Selain itu, lanjut dia, kenaikan inflasi disebabkan harga bawang putih yang juga mengalami ke­naikan. Penyebab kenaikan harga itu masih sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni akibat ku­rangnya pasokan barang dan adanya impor dari China. Ke­naikan harga bawang putih terjadi di 63 kota. Kenaikan harganya bisa mencapai 10-67 persen.

Tidak hanya itu, Daging ayam ras juga naik di 56 kota dan mendorong inflasi. Begitu juga dengan harga gula pasir, dan elpiji 3 kilogram yang sempat langka pasokannya.

Emas perhiasan juga naik di 51 kota. Tertinggi terjadi di Ma­kassar dan Sorong 4 persen, lalu Padang dan Tarakan 3 persen.

Sedangkan penghambat inflasi, menurut Suryamin, adalah mi­nyak goreng yang harganya turun di 45 kota. Harga pertamax yang terus turun juga menjadi faktor penghambat inflasi. Namun be­gitu, inflasi inti masih di bawah umum dan menujukkan gam­baran yang bagus.

“Inflasi tahunan atau biasa disebut year on year inflasi Indonesia masih mencapai 4,53 persen. Sedangkan inflasi tahun berjalan alias year to date (Ja­nuari-Juni 2012) mencapai 1,79 pe­rsen. Inflasi ini masih di bawah umum yang menujukkan gam­baran masih bagus,” jelas Suryamin.

BPS juga menyampaikan nera­ca perdagangan Indonesia meng­alami defisit selama dua bulan berturut-turut setelah April. Meski begitu, secara total Janu­ari-Mei 2012, neraca perda­ga­ngan Indonesia masih surplus 1,52 miliar dolar AS.

Berdasarkan data BPS, ekspor Mei 2012 mencapai 16,72 miliar dolar AS atau turun 8,55 persen dibanding Mei 2011. Namun, dibandingkan April naik 3,41 persen. Ekspor migas naik 1,33 persen menjadi 3,61 miliar dolar AS dan non migas naik 4 persen menjadi 13,12 miliar dolar AS.

Suryamin menyebutkan, total ekspor Januari-Mei mencapai 81,42 miliar dolar AS atau naik 1,48 persen, sementara ekspor non migas 64,26 miliar dolar AS naik 0,04 persen dibanding pe­riode yang sama tahun lalu.

Komoditas ekspor terbesar adalah bahan bakar mineral senilai 11,79 miliar dolar AS, kemudian lemak dan minyak hewan nabati 8,81 miliar dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya