fauzi bowo/ist
fauzi bowo/ist
Salah seorang warga, Abdullah mengatakan, sejak lima bulan belakangan, permasalahan pemakaman memang membuat ribet warga. Sebab, para ahli waris meminta untuk membayar tanah tersebut sekitar Rp 2 juta per lubang.
"Sejak Haji Dulhair meninggal, anak-anaknya datang meminta uang," ujar lelaki yang berprofesi sebagai tukang ini.
Hal yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya.
"Kami tidak meminta hotel berbintang atau hal mewah lainnya, masyarakat Pulau Kelapa sudah bosan dengan janji dan berharap bapak Alex Noerdin bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang selama ini kami alami," ujar Mujamil Syamsudin, tokoh masyarakat Pulau Kelapa.
Menurutnya, salah satu hal yang selama ini sangat memberatkan masyarakat adalah mahalnya biaya pemakaman bila ada warga yang meninggal dunia. "Biaya sebesar Rp 2 juta yang ditarik oleh aparat atau pemilik lahan sangatlah mahal, sebenarnya masalah ini sudah lama kami sampaikan. Sudah berapa kali pergantian gubernur, mengadu ke walikota, camat atau lurah sudah dilakukan. Namun tidak ada yang berani membebaskan lahan pemakaman bagi masyarakat," keluhnya.
Diakuinya, kondisi ini sangat ironis mengingat Pulau Kelapa hanya berjarak 1,5 jam dari ibukota negara yang merupakan cerminan sebuah bangsa.
"Saya sudah berkeliling ke 33 propinsi karena juga merupakan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), semestinya kesejahteraan masyarakat Pulau Kelapa bisa sejajar bahkan lebih baik lagi bila dibandingkan pulau-pulau lain di luar Jakarta," tegas pria yang memiliki wajah mirip pedangdut Jaja Miharja ini. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Selasa, 21 April 2026 | 18:18
Selasa, 21 April 2026 | 18:17
Selasa, 21 April 2026 | 18:13
Selasa, 21 April 2026 | 18:04
Selasa, 21 April 2026 | 17:52
Selasa, 21 April 2026 | 17:43
Selasa, 21 April 2026 | 17:42
Selasa, 21 April 2026 | 17:16
Selasa, 21 April 2026 | 17:13
Selasa, 21 April 2026 | 17:10