Citra sebagai pengusaha juga bisa menjadi hambatan bagi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam melaju pada pemilihan presiden 2014 mendatang. Karena pengusaha itu dikenal selama ini bekerja untuk kepentingan pribadi bukan untuk kepentingan bangsa.
"(Aburizal selama ini dikenal) sebagai bisnisman bukan sebagai pemimpin bangsa," ujar pengamat ekonomi-politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 2/7).
Selain itu, Syahganda menambahkan, Aburizal juga harus meyakinkan publik bahwa dia sudah menjaga jarak dengan kepentingan bisnisnya. Misalnya dengan Lapindo dan lain-lainnya. Karena, menurut Syahganda lagi, selama ini publik masih belum bisa membedakan antara imege Aburizal sebabai pebisnis dan calon presiden.
Tak hanya itu, publik juga sejauh ini belum mengetahui bagaimana visi-misi mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) tersebut. Karena dia belum membeberkan kepada publik visi-misinya secara detail.
"Misalnya tentang Islam, Pancasila dan negara. Apakah negara ini ke depan negara berbentuk federal, karena ada persoalan Aceh dan Papua. Apakah ekonomi dia kerakyatan atau kapitalisme. Yang dia maksud dengan welfare state itu apakah sama dengan di Skandinavia atau Eropa Barat lainnya. Orang kan belum tahu pemikiran dia," tandas Syahganda. [zul]