Berita

prabowo subianto/ist

Partai Usul, Prabowo Paling Berhak Tentukan Siapa Cawapresnya

SENIN, 02 JULI 2012 | 12:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai saat ini siapa yang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2014 mendatang belum diputuskan. Makanya, wacana Prabowo akan dipasangkan dengan  Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani, ditampik.

"Ya itu kan wartawan yang buat. Kalau secara resmi siapa yang akan dipilih jadi wapres Pak Prabowo nanti dibicarakan," ungkap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prof. Suhardi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 2/7).

Meski begitu, dia tidak menampik, pihaknya saat ini terus melakukan pendekatan ke beberapa pihak. Tapi dia tidak mau menyebut siapa yang diincar.

"Pak Prabowo pasti punya wewenang yang sangat tinggi. Beliau yang memilih yang terbaik siapa untuk mendapinginya. Walaupun partai bisa mengusulkan, memberi pertimbangan," dalihnya.

Tak hanya itu, soal kapan akan diputuskan siapa pendamping mantan Danjen Kopassus itu, Gurubesar UGM ini lagi-lagi belum bisa beri kepastian. "Kita belum bisa menentukan apakah sebelum atau sesudah pemilu legislatif. Tapi kalau bisa sebelum legislatif akan lebih baik," tandasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyiratkan bukan hal yang tak mungkin Gerindra berkoalisi dengan PDIP pada Pilpres mendatang seperti yang terjadi pada 2009 lalu.

"Kan dari dulu saya baik dengan PDIP," jawab dia di sela-sela sarasehan kebangsaan bertema "Bung Karno: Tentang Kepemimpinan dan Sosio Demokrasi di Indonesia" di Four Seasons Hotel, Jakarta (Rabu, 27/6).

Saat dimintai tanggapannya tentang Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Politik, Puan Maharani, bekas Komandan Jendral Kopassus itu memujinya. Puan sendiri belakangan diisukan bakal diusung PDIP menjadi capres atau cawapres. "Sosok Puan bagus," singkat Prabowo. [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya