Berita

MUI Rekomendasikan Kepala Daerah Dipilih DPRD

SENIN, 02 JULI 2012 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Majelis Ulama Indonesia juga menyadari bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung lebih banyak mudharat dibanding manfaat. Di samping akan munculnya disharmoni dalam hirarki kepemimpinan secara nasional, juga biaya politik yang mahal dan merebaknya politik uang.

"Dampak politik uang sangat luas. Antara lain Kepala daerah terjerat pidana korupsi lebih dari 200," ujar Wakil Sekjen MUI Amirsyah Tambunan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 2/7).

Hal itu dikatakan Amir terkait salah satu fatwa MUI tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diputuskan dalam Ijtima Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang ditutup tadi malam.

Forum Ijtima Ulama menetapkan apabila secara sosiologis-politis dan moral, masyarakat belum siap, maka berdasarkan prinsip mendahulukan mencegah kemafsadatan, pemilihan kepala daerah sebaiknya dilakukan dengan sistem perwakilan (melalui DPRD) dengan tetap menjaga prinsip-prinsip demokrasi.

Menurut Amir, usulan itu berawal dari draf RUU Pilkada yang diusulkan oleh pemerintah. "Ini juga memaknai Pancasila sila IV, yaitu permusyawaratan perwakilan. Posisi perwakilannya diperkuat. Tapi anggota DPRD haruslah orang yang mempunyai integritas, kapasitas, dan akseptabilitas, yang teruji oleh godaan politik," ungkapnya.

Bila pemerintah hanya mengusulkan pemilihan digelar oleh DPRD untuk tingkat provinsi, sementara MUI, semua kepala daerah termasuk bupati dan walikota sebaiiknya dipilih oleh anggota dewan. "Itu untuk menghindari adanya kesan bahwa kalau bupati/walikota merasa lebih kuat dibanding gubernur. Karena dipilih rakyat," ungkapnya.

Meski menurut Amir, harus ditambah pasal-pasal yang memperkuat posisi gubernur. Hal ini untuk menghindari agar gubernur, bupati dan walikota tidak mudah dimakzulkan. "Seperti presiden dan wapres, kan tidak mudah dimakzulkan," tandasnya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya