Partai Nasdem sudah mempersiapkan metode agar para kadernya yang terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilihan Umum 2014 mendatang untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan.
Nasdem akan mengantisipasinya dengan membuat kontrak politik dengan semua calon anggota legislatif.
"Yang isinya antara lain, anggota Dewan di semua level tidak boleh main proyek. Semua fokus pada tugas fungsinya sebagai anggota Dewan, anggota Dewan dilarang main politik (dalam hal) anggaran, dan lain-lain," ungkap Sekjen DPP Partai Nasdem Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 1/7).
Apabila kesepakatan itu dilanggar maka tanpa harus menunggu status sebagai tersangka, yang bersangkutan harus siap dipecat.
"Nasdem berkeyakin akar korupsi itu sesungguhnya ada di partai. Kalau partainya bersih, maka pemerintahpun akan bersih. Karena fungsi pengawasan akan berjalan sesuai dengan undang-undang," imbuhnya.
Makanya, sambung Rofiq, partainya akan membiayai proses pencalegan kadernya. Salah satu tujuannya, agar para caleg, apabila terpilih tidak melakukan korupsi. "Pembiayaan caleg adalah membebaskan individu-individu dari hutang dan keterikatan dengan orang lain. Kami ingin anggota Dewan 100 persen mengabdi untuk rakyat," tandas Rofiq. [zul]