Berita

Kampanye Hidayat-Didik Dibanjiri Tokoh PAN

MINGGU, 01 JULI 2012 | 10:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera.

Tapi, pada kampanye akbar yang digelar di gedung olahraga Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan saat ini, dibanjiri tokoh Partai Amanat Nasional.

Tampak AM Fatwa, Putra Jaya Husein Drajat Wibowo Tjatur Sapto Edi, Teguh Juwarno dan Eko Patrio, teman Didik di PAN. Tak hanya pentolan PAN, atiribut PAN juga banyak membanjiri area lokasi kampanye yang dibawa oleh para simpatisan.

Sebelumnya, memang diakui DPP PAN resminya memutuskan mendukung duet Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebagai cagub dan cawagub di Pilkada Jakarta, tetapi pengurus dan kader partai berlambang matahari putih ini di lapangan justru banyak yang menjadi juru kampanye (jurkam) bagi pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Bima Arya Sugiarto, Ketua DPP PAN bidang Komunikasi politik, salah satunya. Bima Arya didapuk menjadi jurkam pasangan cagub-cawagub pemilik nomor urut empat tersebut. 

Bima Arya bertekad memenangkan duet Hidayat-Didik dengan jalan menggenjot habis-habisan tingkat keterpilihan (elektabilitas) dan popularitas jagonya, lewat berbagai acara pertemuan dengan warga Jakarta. Bima Arya getol mensosialisasikan Hidayat-Didik.

"Ini (pasangan Hidayat-Didik) adalah kombinasi duet maut. Yang satu punya kekuatan religius, moralitas yang lurus, berani dan yang satu lagi punya kekuatan intelektualitas dan konsep yang matang. Jadi  ini adalah kombinasi yang paling bagus untuk Jakarta,” ujar Bima Arya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dengan kombinasi ini, dikatakan Bima Arya, warga Jakarta yang mayoritas melek politik dan pendidikan optimistis akan memilih jagonya sebagai pemimpin ibukota lima tahun mendatang.

“Bang Hidayat dan Mas Didik merupakan pasangan yang paling menonjol dari calon yang lain karena berani mempopulerkan serta mengangkat identitas khas Jakarta berupa batik orange,” katanya.

Selain itu Jakarta juga butuh pemimpin yang jujur dan bekerja untuk rakyat serta mempunyai konsep yang jelas. Namun perlu implementasi di lapangan. Dikatakan dia, saat ini banyak pemimpin yang mempunyai konsep tetapi tidak bisa mengeksekusi. “Makanya kita butuh orang pintar, punya konsep tetapi juga berani menjalankannya seperti Hidayat-Didik,” tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya