Berita

saleh p. daulay

Pilkada Lewat DPRD Alternatif untuk Minimalisir Politik Uang

SABTU, 30 JUNI 2012 | 21:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ijtima' Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung dari Jumat (29/6) sampai Senin (2/7) di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, diikuti 750 orang peserta. Mereka terdiri dari utusan MUI dari seluruh Indonesia, utusan ormas Islam, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan utusan luar negeri.

Dalam forum ini, seluruh peserta akan membahas beberapa isu besar terkait masalah keumatan dan kebangsaan. Setidaknya ada tiga isu yang akan dibahas yaitu masail assasiyyah wathoniyyah (masalah-masalah prinsipil kenegaraan), masail fiqhiyyah mu'ashirah (masalah-masalah fiqh kontemporer), masail qanuniyyah (masalah-masalah yang berkenaan dengan perundang-undangan).

Salah satu isu yang paling menarik adalah tentang problematika pemilihan kepala daerah, gubernur, bupati/walikota. Isu ini dianggap penting karena dalam praktiknya pemilukada langsung telah memunculkan berbagai persoalan di masyarakat, terutama menjamurnya money politics pada saat pelaksanaan pesta demokrasi lokal tersebut.

"Saya kira, peserta ijtima' ini akan melihat secara objektif mashlahat (manfaat) dan mafsadat (kerusakan) yang ditimbulkan oleh pilkadasung itu. Bila mafsadat-nya ternyata jauh lebih banyak dari mashlahat-nya, maka tentu Majelis Ulama akan memberikan pertimbangan kepada pihak eksekutif dan legislatif untuk segera merevisi sistem tersebut. Tentu semua ini didasarkan atas pertimbangan kepentingan umat dan bangsa," ujar Saleh P. Daulay, Ketua Komisi Luar Negeri MUI Pusat di sela-sela acara Ijtima' tersebut.

Beberapa masalah yang muncul dari pilkadasung itu, lanjut Saleh, adalah adanya fenomena perpecahan antara kepala daerah dan wakilnya. Selain itu, pilkadasung ini juga menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan dilaksanakan secara tidak serentak. Tidak heran bila masyarakat selalu disibukkan dengan pilkada-pilkada di berbagai daerah. Bahkan tidak jarang, pilkada-pilkada yang dilaksanakan menyisakan konflik antar para pendukung calon di tengah-tengah.

"Alternatif yang bisa ditawarkan adalah pemilihan kepala daerah oleh anggota legislatif setingkat. Walau dinilai kurang demokratis, namun sistem ini lebih praktis dan lebih meminimalisir money politics. Setidaknya, money politics-nya tidak sampai merembet ke tingkat grass root," demikian Saleh, yang juga dosen FISIP UIN Jakarta ini. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya