Berita

hakam naja

DPR Belum Satu Suara Soal Keberlangsungan Sistem Pilkada Langsung

SABTU, 30 JUNI 2012 | 20:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai saat ini DPR belum satu suara tentang keberlangsungan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkadasung). Tarik-menarik masih terjadi antara partai-partai besar dan kecil. Masing-masing partai memiliki kepentingan sendiri.

Hal itu disampaikan anggota Komisi II DPR Hakam Naja saaat menjadi narasumber pada acara Ijtima' Ulama, Sabtu (30/6), di pondok pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ijtima' Ulama ini membahas beberapa isu besar terkait masalah keumatan dan kebangsaan. Setidaknya ada tiga isu yang akan dibahas yaitu masail assasiyyah wathoniyyah (masalah-masalah prinsipil kenegaraan), masail fiqhiyyah mu'ashirah (masalah-masalah fiqh kontemporer), masail qanuniyyah (masalah-masalah yang berkenaan dengan perundang-undangan).

"Partai besar tentu menghendaki agar pemilihan kepala daerah dilakukan oleh anggota DPRD setingkat. Hal ini dikarenakan peluang mereka untuk menang tentu lebih besar. Di lain pihak, partai-partai kecil lebih memilih pilkadasung. Dengan sistem pilkadasung ini, calon-calon dari partai-partai kecil memiliki peluang yang sama dengan partai besar," ujar Hakam.

Untuk menghindari money politics yang merebak, Hakam Naja mengusulkan agar dibuat suatu mekanisme baru dalam pilkadasung. Harus dibuat pengetatan dan pengawasan yang lebih serius. Dana kampanye harus dibatasi dan dipergunakan secara transparan. Sanksi juga perlu tegas, termasuk mendiskualifikasi kontestan yang terindikasi melakukan money politics."Tapi satu hal yang penting adalah bagaimana umat tidak tergiur untuk menerima uang dari para kandidat. Kalau umat bisa ditertibkan, maka uang para kandidat dengan sendirinya tidak akan laku. Di sinilah peran ulama dibutuhkan. Menurut saya, ini adalah bagian dari dakwah dalam bidang politik," lanjut politikus PAN ini.

Mengenai adanya desakan agar para kandidat diambil sumpah agar tidak melakukan money politics, menurut Hakam, tidak begitu efektif. Instrumen agama yang dibawa ke ranah politik terbukti tidak efektif untuk menjaga moralitas para politisi.

"Bukankah para pejabat publik kita selalu disumpah sebelum mereka memangku jabatannya? Presiden, gubernur, dan bupati/walikota semuanya disumpah. Namun realitasnya, kasus-kasus korupsi masih tetap tidak bisa dihindari," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya