Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Danone Kuasai 67 Persen Saham Capital Laitière

SABTU, 30 JUNI 2012 | 13:08 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Perusahaan investasi nasional Maroko, La Société Nationale d’Investissement (SNI), menjual 37,8 persen sahamnya yang ada di perusahaan Capital Laitière (Central Dairy) kepada perusahan Prancis, Danone, senilai 6,1 miliar dirhams.

Aksi ini membuat Danone kini menjadi pemilik saham terbesar di perusahaan produk makanan olahan Maroko itu. Danone dalam pengumuman yang disampaikan hari Rabu lalu (27/6) mengatakan akan menginvestasikan dana sebesar 440 juta Euros. Langkah ini juga dipandang sebagai langkah strategis yang dilakukan Danone dalam menghadapi krisis di Eropa.

Sebelum membeli 37,8 persen saham Central Dairy, sejak tahun 2001 lalu Danone telah memiliki saham sebesar 29,2 persen di perusahaan itu. Dengan demikian kini Danone menguasai 67 persen saham Capital Laitière.

Central Dairy menguasai 60 persen pasar produk makanan di Maroko. Sepanjang tahun lalu perusahaan ini mencatat omzet senilai 6,6 miliar dirhams yang berarti naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Keuntungan bersih Central Dairy di tahun lalu tercatat sebesar 458 juta dirhams.

Perusahaan ini memiliki sekitar 4.000 pekerja dengan jaringan distribusi terbesar di seluruh Maroko yang meliputi 30 basis pelayanan logistik dan 70 ribu outlets.

Maroko yang memiliki penduduku lebih dari 32 juta jiwa diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 3 persen tahun ini setelah sebelumnya di tahun lalu memiliki pertumbuhan sebesar 5 persen.

Dalam interview dengan Les Echos, CEO Danone, Frank Riboud, mengatakan akan mengubah dimensi produksi dan perdagangan produk makanan di Afrika Utara.

"Di antara Maroko, Aljazair Tunisia dan Mesir kami akan membuat penjualan senilai 1 miliar Euros. Sekitar 900 juta berasai dari penjualan produk segar," katanya kepada harian bisnis itu.

"Kami akan terus membangun bisnis di Afrika. Di tahun-tahun mendatang, ini akan menjadi front baru kami," sambungnya.

Sementara itu, SNI dikatakan akan terus melepas sahamnya seperti yang telah diumumkan pada Maret 2010 lalu. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya