Berita

ilustrasi, gula

Bisnis

Industri Mamin Antisipasi Permintaan Gula Jelang Puasa

SABTU, 30 JUNI 2012 | 08:19 WIB

RMOL.Industri makanan dan minu­man (mamin) kesulitan mempe­ro­leh pasokan gula rafinasi se­hingga mereka mensubtitusinya dengan gula lokal. Hal itu dila­kukan untuk mengejar produksi yang meningkat menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Ketua Umum Gabungan Pe­ngu­saha Makanan dan Minu­man Indonesia (Gappmi) Adhi Luk­man mengatakan, pasokan ter­sendat sejak tiga pekan lalu.

“Karena pasokan tersendat, be­berapa in­dustri terpaksa menggu­nakan gula lokal, seperti industri coffee mix dan dodol, yang tidak me­merlukan gula berkualitas jer­nih,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, beberapa industri gula rafinasi beralasan menga­lami kerusakan mesin. Sebagian lainnya sedang mengolah gula kasar (raw sugar) eks impor PT Perusahaan Perdagangan Indone­sia (PPI) untuk memenuhi gula kon­sumsi di Kawasan Timur Indo­nesia (KTI).

Kebutuhan gula rafinasi di industri makanan dan minuman selama ini mencapai 200 ribu ton per bulan. Seiring peningkatan per­mintaan menjelang Ramadhan dan Lebaran, kebutuhan bahan pemanis itu bisa naik 30 persen dari rata-rata kebutuhan bulanan.

Namun, Adhi tidak dapat me­nyebutkan jumlah gula lokal yang diserap industri maka­nan dan minuman dari distributor gula lokal. “Yang pasti, secara re­gu­lasi tidak ada lara­ngan in­dus­tri ma­kanan dan minu­man meng­gu­nakan gula lokal,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Suryo Alam mengatakan, masa­lah logistik membuat industri gula rafinasi tak mampu mema­sok hasil pro­duksi ke industri ma­kanan dan minuman dengan lancar.

Menurutnya, kerusakan jalan menuju Pelabuhan Bakau­heni membuat satu pabrik gula rafinasi di Lampung tak optimal me­masok gula ke lima pabrik ma­kanan dan minuman di Banten.

“Belum lagi truk yang mi­nim. Buruh angkut juga se­dikit. Se­karang kan masuk panen (tebu), banyak yang tenaga buruh yang dipakai,” ujarnya.

Pabrik gula rafinasi tersebut juga sedang melakukan perawa­tan mesin sehingga tak bisa ber­produksi normal. Pada saat yang sama, industri makanan dan mi­nu­man meminta pengiriman di­per­cepat sehingga industri gula tak mampu memenuhi seluruh permintaan. “Mereka sebelum­nya meminta pengiriman untuk Juli, Agustus dan September, tapi kemudian dimajukan men­jadi Mei dan Juni. Ini mungkin ada kaitan­nya dengan produksi ma­min yang meningkat saat li­buran sekolah,”ungkapnya.

Suryo mengatakan, pasokan gula rafinasi ke industri makanan dan minuman menjelang puasa mencapai 300 ribu-350 ribu ton atau hampir 100 persen dari pa­sokan normal sebanyak 180 ribu-200 ribu ton per bulan. “Stok ba­han baku sejak awal tahun tidak ada masalah. Cuma yang harus diwaspadai adalah se­telah Le­ba­ran. Kalau dipakai le­bih banyak, bisa-bisa kita keku­rangan stok di kuartal terakhir,” jelasnya.

Menurut Suryo, kewajiban beberapa pabrik gula rafinasi mengolah raw sugar eks impor PT PPI tidak mengganggu pro­duksi karena memanfaatkan idle capacity pabrik gula rafinasi. Ka­­pasitas terpasang delapan pa­brik gula rafinasi di Indonesia 3,2 juta ton per tahun. Namun, uti­li­sasi­nya hanya 2,1 juta ton se­hingga sisa kapasitas 1,1 juta ton dapat digunakan untuk me­ngo­lah raw sugar.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya