Berita

ilustrasi

Masyarakat Indonesia di Australia juga Galang Dana untuk KPK

JUMAT, 29 JUNI 2012 | 19:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tak hanya masyarakat Indonesia di dalam negeri yang melakukan pengumpulan 'koin' untuk menyumbang pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi. Nun jauh dari Tanah Air, di Queensland, Australia, mahasiswa dan masyarakat Indonesia juga bersemangat melakukan hal yang sama.

Merespon gerakan koalisi masyarakat sipil di Jakarta dan di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat Indonesia di Queensland hari ini Jum’at (29/6) mendeklarasikan pendirian "Posko Koin untuk KPK" atau disingkat "Posko KuK Queensland".

"Kita turut perihatin terhadap ketidakpedulian DPR yang tidak serius menganggarkan pembangunan gedung baru KPK," ujar Presiden Perhimpunan Indonesia Queensland (PIQ), Hendry Baiquni, dalam keterangan pers yang diterima petang tadi.

Padahal, tuturnya, problem terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah korupsi dan carut-marutnya tata-kelola pemerintahan. Sehingga sudah sepantasnya KPK dibekali dengan fasilitas yang masksimum.

Hal senada disampaikan President The University of Queensland Indonesian Students  Association (UQISA), Darmawan Dwi Atmoko. Menurutnya, pendirian "Posko KuK Queensland" merupakan wujud tanggungjawab moral mahasiswa Indonesia di Queensland terhadap persoalan kebangsaan.

"Saya kira bukan berapa jumlah dana yang bisa dihimpun. Namun ini merupakan partisipasi warga yang rindu akan Indonesia yang bersih sekaligus kritikan terhadap DPR yang tidak kunjung aspiratif," ungkapnya.

Antusiasme masyarakat Indonesia di Queensland terhadap “Posko KuK Queensland” ini sangat luar biasa. Terbukti, belum sampai sejam nomor rekening posko diumumkan, sudah terkumpul dana lebih dari $100. "Kami akan catat dengan baik setiap koin yang masuk dan melaporkannya secara terbuka," jelas salah seorang penggagas posko, Pan Mohamad Faiz.

Uang yang sudah terkumpul selanjutnya akan dikirim  ke rekening Indonesian Corruption Watch (ICW) di Jakarta. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya