Berita

Zulkarnaen Djabar

KORUPSI AL QURAN

Kader Aburizal Bakrie Disamakan dengan Karun, yang Rakus Harta

JUMAT, 29 JUNI 2012 | 10:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Miris. Korupsi yang dilakukan oknum anggota DPR sungguh menjadi-jadi. Mereka membabi-buta dalam melakukan korupsi. Bahkan, proses pembahasan pengadaan Al Al Quran pun dikorupsi.

"Ini gejala korupsi yang sudah membabi. Jadi tidak lihat lahan-lahannya lagi. Seperti orang yang merambah hutan, tidak perlu dilihat lagi, apakah itu hutan lindung, hutan blukar, hutan sawah. Babat semua, dikorupsi semua," ujar Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 29/6).

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Anggaran DPR Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka pembahasan anggaran pengadaan Al Quran senilai Rp 35 miliar. Djabar merupakan anggota Komisi VII, yang membidangi masalah agama dari Partai Golkar, pimpinan Aburizal Bakrie.

Menurut Iberamsyah, anggota DPR sekarang sudah lepas kontrol, sudah lepas kendali. DPR sudah tidak menyadari lagi dia siapa dirinya sehingga melakukan apa saja untuk memuaskan ketamakannya.

"Nafus DPR ini luar biasa untuk urusan korupsi. Berlomba-lomba. Ayat suci juga dikorupsi. Itu kan luar biasa. Itu namanya keserakahan, ketamakan. Ingatkan sejarah Karun, yang ingin hartanya terus bertambah setiap hari. Hingga lepas kontrol. DPR seperti itu. Sudah ada satu gunung emas, mau dua," jelasnya.

Karena itu menurutnya, koruptor dalam pengadaan Al Quran ini harus dihukum berat.

"Hukumannya itu harus dua kali lipat lebih berat. Karena dia mengkorupsi urusan akhirat. Ini bukan urusan dunia lagi. Harusnya tidak ada ampunlah. Ini tentu tidak hanya DPR saja. Karena tidak mungkin satu lembaga saja. Korupsi tidak ada yang sendiri," tandasnya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya