Berita

KIPP: Tunda Pilkada Jakarta Sampai DPT Beres!

KAMIS, 28 JUNI 2012 | 15:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkada DKI Jakarta bukan persoalan teknis belaka. Masalah ini sangat substansial dan sangat serius. Karena itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI harus membela kepentingan hak politik warga DKI, bukan kepentingan calon gubernur tertentu.

"Masalah DPT sangat substansial. Ini soal hak politik warga negara. Karena dari sini, demokrasi dalam konteks pilkada DKI akan teruji,” kata Jojo Rohi dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), dalam siaran pers yang diterima (Kamis, 28/6).

Kini, Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) tengah memproses laporan tim sukses pasangan calon gubernur  Alex Noerdin, Joko Widodo, dan Hidayat, terhadap KPUD Jakarta terkait DPT yang telah ditetapkan KPU DKI pada 2 Juni 2012.

DPT yang berjumlah total 6.983.692 orang diduga masih banyak kelemahan, terutama nama pemilih ganda. Pada sidang DKPP di Jakarta,  kemarin, soal kisruh DPT ini belum putusan dan masih akan dibahas lagi.

Pendapat senada juga dikemukakan pengamat politik Universitas Dadjajaran Bandung, Dede Mariana. Menurut dia, jika DPT masih dipersoalkna, sebenarnya harus diadakan mediasi segera antara KPU DKI dan pihak yang memprotes.

"Jika belum putus, mestinya tahapan pilkada dihentikan sementara sampai masalah ini tuntas dan diputuskan pengadilan," sarannya.

Baik Dede Mariana maupun Jojo Rohi melihat, masyarakat menyimpulkan ada dugaan keterlibatan birokrasi pemerintahan Provinsi DKI dalam kisruh ini. Karena birokrasi di bawah kendali gubernur, maka siapa pun gubernurnya, pasti akan mendapat tudingan miring.

"Kebetulan gubernurnya sekarang Fauzi Bowo atau Foke, jika gubernurnya Faisal Basri atau Hendardji, ya akan dituduh juga terlibat," kata Dede.

Menurut Jojo Rohi, dengan adanya gugatan dari beberapa tim sukses pasangan kandidat gubernur, maka ada harapan dan pintu untuk melakukan perubahan atau revisi DPT, sehingga DPT sesungguhnya nanti sudah mencerminkan data dan akurat.

Karena itu, kata Jojo, KPU DKI sebagai pihak yangbertanggungjawab atas DPT, tidak boleh ragu dan mesti melihat persoalan ini sangat krusial. "Pasalnya, validasi yang dilakukan KPU DKI terlihat masih lemah, sehingga menimbulkan peluang gugatan," katanya.


Hal sama dikemukakan Dede Mariana. Karena DPT masih digugat, meski sudah ditetapkan, maka KPU DKI harus secara transparan menunjukkan sistem validasi yang digunakan kepada publik. Langkah ini tidak lain agar publik merasa bahwa sumber data DPT, yakni dari aparatur birokrasi pemerintahan Pemrov DKI Jakarta sudah benar, begitu juga sistem validasinya.

"Jadi, tidak ada jalan lain bagi KPU DKI untuk membuktikan kerja validasi DPT dengan memperlihatkannya secara benar. Ini berat, tapi harus dilakukan. Jika tidak, akan muncul terus gugatan dan ini akan mengganggu proses tahapan pilkada selanjutnya," tegas Dede. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya