Berita

Andi Arief: Mengapa Bangunan Itu Ditimbun?

KAMIS, 28 JUNI 2012 | 08:45 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Sejak beberapa waktu lalu, berbagai pertanyaan bersileweran di benak Andi Arief. Pertanyaan-pertanyaan itu berkaitan dengan penelitian yang tengah dilakukan di situs megalitikum di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

Beberapa bulan lalu Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) yang dipimpinnya fokus meneliti kawasan di sekitar patahan aktif Cimandiri yang memiliki potensi kebencanaan dan karenanya harus diwaspadai.

Penelitian yang menggunakan berbagai piranti canggih seperti geolistrik dan georadar itu menemukan anomali pada struktur lapisan bawah tanah di Gunung Padang. Anomali inilah yang kemudian diduga sebagai bangunan yang tertimbun.

Pengeboran telah dilakukan pada sejumlah titik di bulan Februari lalu, dan dilanjutkan dengan eskavasi terbatas oleh tim peneliti mandiri akhir pekan lalu. Kesimpulan kantor Ando Arief semakin kuat: memang ada bangunan berusia ribuan tahun yang tertimbun di bawah situs Gunung Padang.

"Dari survei dan eskavasi yang dilakukan selama ini, ada indikasi kuat bangunan di bawah permukaan Gunung Padang sengaja ditimbun. Menjadi tanda tanya besar mengapa bangunan itu ditimbun," kata Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis pagi (28/6).

"Apakah karena peristiwa bencana katastropik yang hebat? Ataukah ada faktor lain?" sambungnya masih bertanya.

Andi Arief juga bertanya mengapa rantai peradaban manusia di kawasan itu khususnya, dan di kawasan nusantara umumnya terputus sehingga masyarakat tidak memiliki catatan sama sekali mengenai bangunan atau peristiwa apapun di kawasan tersebut.

Dia membandingkan dengan penelitian DNA yang dilakukan oleh Stephen Openheimer dari Oxford University yang memetakan pergerakan populasi manusia purba. Hasil pemetaan DNA Oppenheimer ini memperlihatkan penyebaran populasi tiba-tiba dari manusia atau human dispersions sebagai respon terhadap bencana banjir besar, seperti kenaikan air laut yang sangat cepat atau tiba-tiba, sebanyak tiga kali yaitu dalam periode 15.000 sampai dengan 8.000 tahun lalu. Pertama, pada 14.800 tahun yang lalu, Kedua, 11.500 tahun yang lalu, dan ketiga 8.000 tahun yang lalu.

"Ini semakin menyakinkan kami pada dugaan utama bahwa fenomena Gunung Padang memiliki keterkaitan dengan faktor kebencanaan di Indonesia. Meneliti dan mempelajari situs ini adalah bagian dari upaya kami memetakan hal-hal kebencanaan ini," demikian Andi Arief. [guh]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya