Berita

Anggito Abimanyu

Bisnis

Anggito Siap Investasikan Duit Jamaah Haji 40 Triliun

Penempatan Di Luar Deposito Perlu Dikaji Lebih Dalam
KAMIS, 28 JUNI 2012 | 08:35 WIB

RMOL.Penempatan dana jamaah haji senilai Rp 40 triliun harus tepat. Investasi yang tidak berisiko jadi pilihan. Hal ini sekaligus untuk menekan angka potensi pe­nyelewengan duit jamaah.   

Sehari usai dilantik sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Aga­ma, Anggito Abimanyu lang­sung merancang pengelolaan ongkos haji. Sebagai bekas Kepa­la Badan Kebijakan Fiskal di Ke­menterian Keuangan, dia menga­ku lebih pa­ham meng­optimalkan setoran awal haji yang me­ngen­dap hing­ga  Rp 40 triliun.  

“Yang jelas ki­ta akan membuat bagaimana da­­na ongkos haji itu menjadi op­timal,” kata ekonom UGM ini di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, dana setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang masuk ke pe­merintah jumlahnya sangat besar hingga menembus Rp 40 triliun. Sementara penempa­tannya dira­sa belum maksimal.

“Dana yang masuk tidak se­ban­­­­ding dengan tingkat opti­mali­sasinya,” kata Anggito.

Untuk mengoptimalkan dana haji, lanjut Anggito, penempa­tan­nya tidak hanya terbatas pada ta­bungan atau deposito. Untuk pe­nempatan di sukuk, dia akan meng­­kalkulasi hitungan yang tepat.  “Saya akan hitung yield-nya­ berapa, cocoknya untuk tenor berapa lama, sehingga hasil­nya maksimal,” kata Anggito.  

Sebelum ditetapkan menjadi Dir­jen PHU Kemenag, Anggito se­jatinya sudah pernah menyo­d­or­­­kan formula pengelolaan da­na haji kepada Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA). Formula yang dia so­dor­kan dulu adalah sebuah sistem yang men­cocokkan pen­daftaran calon ja­maah di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ke­me­nag dengan simpanan dana haji.

“Termasuk jika perlu juga men­sikronkan dana haji ini de­ngan dana abadi umat,” ujar Ketua Umum Persatuan Bola Bas­ket Indonesia (Perbasi) itu.

Dia yakin jika pengelolaan ser­ta investasi pundi-pundi keua­ngan yang bersumber dari ma­sya­rakat tepat dan efektif, ma­sya­ra­kat bisa merasakan hasilnya se­cara siginifikan. Pria kelahiran Bogor 19 Februari 1963 ini untuk sementara belum bisa mema­par­kan persiapan teknis penye­leng­garaan haji 1433 H/2012 M.

“Ini kan masih hari pertama saja jadi Dirjen. Saya harus rapat-rapat dulu dengan para direktur,” kata­nya. Ditanya kemungkinan menem­patkan dana di pasar modal, pihak­nya hanya akan menem­pat­kan dana haji pada instrumen yang tidak berisiko. “Saya kira tidak, dana ini kan bukan untuk men­cari gain (ke­untungan),” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya