ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Indonesia akan mengÂakuÂiÂsisi 10 persen blok migas Irak dalam penandatanganan kerja sama (Memorandum of UndÂersÂtanding/MoU) Irak-IndoÂnesia yang membahas energi.
“Kami ingin mengakuisisi 10 persen blok migas Irak,†ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di Jakarta, kemarin.
Karen menjelaskan, ada lima operator yang memiliki blok migas super giant, yakni satu lapangan berkapasitas 2,5 juta barel per hari (bph). Kemudian dua lapangan berkapasitas 1,8 juta bph serta dua lapangan lain sekitar 1,2 juta bph.
“Tapi semua sudah ada opeÂratornya. Kami harus bicara B to B (business to business) deÂngan kelima operator. Kalau sepakat, mereka haÂrus mendaÂpatkan izin PeÂmeÂrintah Irak deÂngan siapa meÂreka berÂdiÂÂvesÂtasi dan nanti deputi beriÂkan dukungannya,†jelas Karen.
Dia mengungkapkan, target yang ingin dicapai mungkin di satu yang 2,5 juta barel dan satu lagi di 1,8 juta barel. “Kalau masing-masing 10 persen kan sudah dapat 250 ribu dan 180 ribu untuk energi sekuriti di Indonesia,†pungkas Karen.
Untuk diketahui, kemarin, Menteri Energi dan Sumber DaÂya Mineral (ESDM) Jero WaÂcik dan Deputi Wakil PerÂdana Menteri Energi Irak HusÂsain Al-Shahristani menyakÂsikan penandatanganan MoU Bidang Energi dan Sumber DaÂya miÂneral dalam kerja sama ekoÂnomi antara IndoÂnesia dan Irak.
“Penandatanganan MoU ini menjadi bukti keseriusan keÂdua pemerintahan untuk meÂlakukan kerja sama dalam biÂdang ekoÂnomi,†ujar Menteri ESDM Jero Wacik.
Indonesia optimis dan ingin terlibat secara aktif terhadap pemulihan ekonomi Irak. Oleh karena itu, Pemerintah IndoÂnesia mendorong keterlibatan BUMN dan swasta dalam pemÂbangunan infrastruktur bagi pemulihan ekonomi Irak.
“Seperti kita ketahui, Irak melakukan rekonstruksi besar-besaran untuk memulihkan perekonomian dan inÂfraÂstrukÂtur. Terkait dengan itu, IndoÂnesia melihat Irak sebagai neÂgara strategis, terutama daÂlam program pembangunan sektor yang signifikan dan penting dari Irak,†ujar Wacik.
Pemerintah Indonesia juga menargetkan dapat ikut berÂpartisipasi dalam produksi minyak di Irak dari target 10 juta barel minyak per hari (BOPD), kontribusi Indonesia diharapkan mencapai 10 perÂsen dari produksi minyak saat ini sebesar 3 juta barel.
“Bagi Indonesia ini penting sekali, 10 persen saja dari target produksi itu akan besar sekali efeknya bagi ekonomi IndoÂnesia,†kata Wacik.
Menteri asal Partai DeÂmokÂrat ini menyatakan, kerja sama tersebut merupakan kesemÂpaÂtan bagi Indonesia untuk memÂperbesar produksi minyak daÂlam negeri, mengingat proÂdukÂsi minyak terus melorot setiap tahunnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16