Berita

papua/ist

Simon Petrus Metalmetty: Ekonomi Harus Berpihak Kepada Rakyat Papua

RABU, 27 JUNI 2012 | 23:16 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Bantuan ekonomi bagi Papua memiliki peran yang sangat penting. Banyak sekali saham dan investasi yang masuk ke Papua, tapi tidak tersirkulasi di Papua, melainkan di luar negeri.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pendamping Rakyat, Simon Petrus Metalmetty dalam diskusi bertajuk 'Arah Politik Nasionalisme Papua' yang diadakan di Hotel Aston, Rasuna Said, Rabu (26/7).

"Saham seluruh investor yang masuk ke Papua harus ada untuk pemerintah daerah. Perdagangan yang ada di Papua, uangnya harus masuk di bank pemerintah yang ada di daerah, bukan di Singapura!" tegasnya.


Selain itu, semua bank di daerah Papua, harus menyiapkan uang untuk membantu rakyat Papua. Ekonomi harus berpihak kepada rakyat Papua.

"Kalau bank tidak bisa beri jaminan, bagaimana Papua mau berjuang?" ujarnya.

Ia juga menilai jika seluruh perusahaan yang ada di daerah, harus mengalokasikan dananya untuk kemajuan pendidikan dan budaya di papua. [arp]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya