Berita

syahganda nainggolan/ist

Syahganda: Keislaman dan Pancasila Tergerus Oleh Kapitalisme

RABU, 27 JUNI 2012 | 09:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wajah keislaman berikut nilai-nilai keindonesiaan dengan semangat Pancasila, yang sejak lama tumbuh kuat di Tanah Air kini menghadapi ketergerusan akibat meluasnya praktik kehidupan serba konsumtif yang sekadar mengedepankan kepuasan individu. Hadirnya fenomena itu jelas mengabaikannya aspek kesadaran sosial dalam mengupayakan kemartabatan hidup masyarakat baik ekonomi maupun politik.

"Terpinggirkannya warna keislaman dan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat terutama dalam corak sosialnya, semata-mata karena merajalelanya budaya kapitalisme di negara ini yang semakin dinikmati oleh para pemimpin dan kelompok menengah atas," jelas Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, saat berbicara dalam seminar "Hubungan Islam dengan Negara Pancasila di Era Reformasi" di Jakarta, Selasa (26/6).

Acara yang diadakan Islamic Banking and Finance Institute (IBFI) Trisakti bekerjasama Ibrahim Hosen Institute (IHI), itu juga menghadirkan pembicara lain di antaranya Gubernur Lemhannas, Budi Susilo Supandji, Rektor Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Noor Ahmad, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda, Hamid Fahmi Zarkasi, Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia, Amirsyah Tambunan, serta Jenderal (Purn) Wiranto yang membuka seminar tersebut.

Syahganda mengatakan, perdebatan panjang oleh para pemuka bangsa dalam
mengharmonikan Islam dan Pancasila demi mengukuhkan persatuan nasional, ternyata semangat historisnya telah dikubur dalam-dalam sekaligus tidak mengemuka ke permukaan selama era reformasi.

"Masyarakat tidak lagi menjadikan prinsip keislaman dan berpancasila sebagai pedoman jati diri bangsa untuk merajut persatuan serta menciptakan keadilan sosial. Hal itu lantaran sepenuhnya dicekoki oleh paham kapitalisme global, sehingga membuatnya terjebak dalam kehidupan yang hedonis, pragmatis, egois/individualistik, dan terlanjur materialistik," ujar kandidat doktor ilmu kesejahteraan sosial Universitas Indonesia itu.

Ia menambahkan, situasi keberadaan bangsa bahkan ditentukan oleh para pemilik modal dan bukan lagi berdasarkan nilai-nilai luhur beragama, termasuk dengan meninggalkan Pancasila yang seharusnya dipertahankan.

Pada sisi lain, aku Syahganda, kemajemukan bangsa pun dilepaskan dari ikatan Pancasila, yang menjadikan makna persatuan tidak terkelola dengan baik karena dihadapkan pada kepentingan kelompok atau perseorangan yang lebih kuat, sementara keislaman juga menghadapi desakan nilai-nilai yang dipaksakan seperti pengaruh liberalisme tanpa batas dari kekuatan asing, hingga kondisi umat Islam berada dalam kecemasan dan ketidaknyamanan.

Ia juga menyebutkan, dalam bidang politik bebas pascarezim Soeharto yang dimulai sejak era reformasi, masa depannya yang cenderung tak terbungkus Pancasila itu, dikuatirkan melahirkan penguasaan hidup rakyat secara membabi-buta atas keserakahan politik uang dari kekuasan kaum pemodal, untuk kemudian menjauhkan harapan rakyat terhadap kemajuan hidupnya di berbagai bidang khususnya kesejahteraan ekonomi. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya