PT Perkebunan NuÂsanÂtara (PTPN) V
PT Perkebunan NuÂsanÂtara (PTPN) V
RMOL.Salah satu pejabat peruÂsaÂhaan pelat merah kembali meÂngundurkan diri gara-gara tiÂdak mau melaporkan keÂkaÂyaÂannya. Kali ini, giliran koÂmiÂsaris PT Perkebunan NuÂsanÂtara (PTPN) V.
“Satu lagi komisaris yang tidak lapor LHKPN (LaÂporÂan Harta Kekayaan PeÂnyeÂlengÂgara Negara), yakni koÂmiÂsaris PTPN V,†kata MenÂteÂri Badan UsaÂha Milik NeÂgara (BUMN) DahÂlan Iskan di Jakarta, kemarin.
Menurut Dahlan, pejabat yang bersangkutan sudah meÂngaÂjukan surat pengunduran diri. Namun, dia belum mau menyebutkan siapa nama koÂmiÂsaris yang bersangkutan.
“Saya tidak mau menyebutÂkan namanya. Anda cari tahu senÂdiri,†ucapnya.
Menurut dia, pengunduran diri pejabat tersebut sudah diÂputuskan dalam Rapat PimÂpinan (Rapim). Deputi MenÂteri BUMN Bidang Industri Primer diminta mencarikan calon penggantinya.
Namun, kata Dahlan, komiÂsaris yang tidak menyerahkan LHKPN kemungkinan tidak memiliki kewajiban untuk meÂnyampaikan kepada KPK kaÂrena tidak memiliki kekaÂyaan. Atau memiliki kekayaan, naÂmun kekayaannya enggan diÂberitahukan kepada umum.
“Kita berpikir positif saja. Mungkin komisaris itu benar-benar tidak memiliki kekayaÂan sehingga apa yang harus diÂsampaikan, atau punya tapi enggan,†kata Dahlan.
Selain itu, pihaknya juga suÂdah resmi memberhentikan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) Farid Haryanto. SeÂbelumnya, Farid sudah meÂngajukan surat pengunduran diri ke Kementerian BUMN.
Farid, kata Dahlan, meruÂpakan salah satu komisaris BUMN yang juga tidak mau melaporkan harta kekaÂyaÂannya ke KPK. “Intinya, kaÂrena tidak mau laporan jadi haÂÂrus diambil sikap yang teÂgas,†jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini ada sekitar 8.234 pejabat yang berÂada di lingkungan KeÂmenÂteÂrian BUMN dan BUMN yang sudah menyerahkan LHKPN.
Dahlan memang mengÂanÂcam akan mencopot komisaÂris BUMN yang tidak juga meÂlaÂporkan hartanya ke KPK. Dia pun sudah menganÂtongi nama-nama petinggi BUMN yang nakal tersebut.
Sebelumnya, Farid HarÂyanÂto mengatakan, alasan dirinya tidak mengisi LHKPN karena sudah berniat untuk mundur. Dia sudah berencana mengunÂÂdurkan diri sebagai komisaris, karena aktivitasnya sebagai staf ahli khusus Wakil PreÂsiden Boediono. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16