Berita

PT Perkebunan Nu­san­tara (PTPN) V

Bisnis

Komisaris PTPN V Mengundurkan Diri

Lagi, Ogah Laporin LHKPN Ke KPK
RABU, 27 JUNI 2012 | 08:00 WIB

RMOL.Salah satu pejabat peru­sa­haan pelat merah kembali me­ngundurkan diri gara-gara ti­dak mau melaporkan ke­ka­ya­annya. Kali ini, giliran ko­mi­saris PT Perkebunan Nu­san­tara (PTPN) V.

“Satu lagi komisaris yang tidak lapor LHKPN (La­por­an Harta Kekayaan Pe­nye­leng­gara Negara), yakni ko­mi­saris PTPN V,” kata Men­te­ri Badan Usa­ha Milik Ne­gara (BUMN) Dah­lan Iskan di Jakarta, kemarin.

Menurut Dahlan, pejabat yang bersangkutan sudah me­nga­jukan surat pengunduran diri. Namun, dia belum mau menyebutkan siapa nama ko­mi­saris yang bersangkutan.

“Saya tidak mau menyebut­kan namanya. Anda cari tahu sen­diri,” ucapnya.

Menurut dia, pengunduran diri pejabat tersebut sudah di­putuskan dalam Rapat Pim­pinan (Rapim). Deputi Men­teri BUMN Bidang Industri Primer diminta mencarikan calon penggantinya.

Namun, kata Dahlan, komi­saris yang tidak menyerahkan LHKPN kemungkinan tidak memiliki kewajiban untuk me­nyampaikan kepada KPK ka­rena tidak memiliki keka­yaan. Atau memiliki kekayaan, na­mun kekayaannya enggan di­beritahukan kepada umum.

“Kita berpikir positif saja. Mungkin komisaris itu benar-benar tidak memiliki kekaya­an sehingga apa yang harus di­sampaikan, atau punya tapi enggan,”  kata Dahlan.

Selain itu, pihaknya juga su­dah resmi memberhentikan Komisaris PT Pos Indonesia (Persero) Farid Haryanto. Se­belumnya, Farid sudah me­ngajukan surat pengunduran diri ke Kementerian BUMN.

Farid, kata Dahlan, meru­pakan salah satu komisaris BUMN yang juga tidak mau melaporkan harta keka­ya­annya ke KPK. “Intinya, ka­rena tidak mau laporan jadi ha­­rus diambil sikap yang te­gas,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini ada sekitar 8.234 pejabat yang ber­ada di lingkungan Ke­men­te­rian BUMN dan BUMN yang sudah menyerahkan LHKPN.

Dahlan memang meng­an­cam akan mencopot komisa­ris BUMN yang tidak juga me­la­porkan hartanya ke KPK. Dia pun sudah mengan­tongi nama-nama petinggi BUMN yang nakal tersebut.

Sebelumnya, Farid Har­yan­to mengatakan, alasan dirinya tidak mengisi LHKPN karena sudah berniat untuk mundur. Dia sudah berencana mengun­­durkan diri sebagai komisaris, karena aktivitasnya sebagai staf ahli khusus Wakil Pre­siden Boediono. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya