Berita

keMenterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Bisnis

Banyak BUMN Besar Yang Telat Gelar RUPS

SENIN, 25 JUNI 2012 | 08:01 WIB

RMOL.Berbagai kalangan menyam­but baik langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dah­lan Iskan yang akan men­copot direksi perusahaan pelat merah jika pada Mei tahun depan belum menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS).

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat menj­e­las­kan, apa yang sebenarnya diinginkan bos­nya semata-mata ingin memberi perubahan terhadap kinerja pe­ru­sahaan melalui tata kelola yang baik. Langkah ini hanya penyiasa­tan dalam melakukan auditing untuk on time (tepat waktu).

“Yang dinginkan pak menteri supaya ada kemajuan di perusa­haan. Dia hanya ingin RUPS di­la­porkan tepat waktu agar ti­dak ter­lampau lama waktunya dengan tutup buku,” kata Wahyu kepada Rakyat Merdeka.

Langkah penetapan jadwal yang terstruktur ini sekaligus untuk mewujudkan prinsip-prin­sip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Gover­nance/GCG). Wahyu mengakui, sampai saat ini masih banyak perusahaan BUMN besar yang terlambat me­lakukan RUPS.

“Biasanya itu disebabkan hal-hal yang rumit di internal perusa­haan. Salah satunya, auditor atau direk­sinya belum menerima lapo­ran tentang perusahaan. Untuk itu, agar tata kelola menjadi lebih baik, menteri meminta RUPS BUMN tahun depan digelar se­rentak di bulan Mei,” ujarnya.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Rudy Setyopurnomo siap mengikuti aturan baru yang dikeluarkan Kementerian BUMN. Dia me­ngaku tidak keberatan.

“Peraturan itu memiliki ba­nyak manfaat. Tata kelola peru­sahaan akan bisa menjadi lebih tertib dan teratur,” kata Rudy.

Dengan keteraturan itu, menu­rutnya, mampu menyehatkan ke­ua­ngan perusahaan yang bela­ka­ngan sudah menunjukkan trend positif. Dengan kinerja baik, ter­tib dan ter­atur, setidaknya akan me­nambah laba operasi perusahaan.

Komisaris PT Jakarta Inter­national Container Terminal (JICT) Andrianto mengatakan, se­mua jajaran direksi BUMN ha­rus mematuhi aturan yang dite­tapkan menteri. “Aturan itu kan untuk kebaikan perusahaan (BUMN). Para direksi itu harus patuh,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilaku­kan menteri BUMN sangat ra­sional. Jangan ada lagi penun­daan RUPS tanpa alasan yang jelas. Ini semata-mata demi ke­ma­juan perusahaan agar men­dapatkan keuntungan buat pe­masukan negara. “Buat apa ada BUMN kalau rugi melulu,” cetusn Andrianto. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya