ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Gaya hidup higienis perlu menjadi kebiasaan dalam keluarga untuk menangkal risiko penyakit dari bahaya kuman atau bakteri yang melekat pada lingkungan rumah Anda. Seperti pakaian, perlengkapan rumah tangga dan lainnya.
Saat ini tingkat infeksi bakteri atau kuman sangat tinggi karena bakteri itu mudah berkembang biak melalui berbagai medium. Salah satunya di lingkungan ruÂmah Anda.
Bakteri yang biasa ditemukan sehari-hari, yaitu bakteri StaphyÂlococcus Aureus dan Klebsiella Pneumoniae. Jika tak dijaga keÂbersihannya, Anda bisa terkena penyakit dari bakteri Escherichia coli dan PseuÂdoÂmonas yang dinilai berbahaya bagi kesehatan
Dokter spesialis infeksi tropis anak dari FK-UI dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Hindra Irawan Satari, SpA(K) mengatakan, bersih beÂlum tentu steril. Namun, Anda perÂlu mengÂupayakan agar rumah tangga selalu higienis.
“Kebiasaan higienis harus dibaÂngun di keluarga, terutama pada anak-anak yang seringkali berÂsentuhan dengan kotoran saat berÂmain,†jelas dr Hindra yang kini menjabat sebagai Ketua Komite Pencegahan dan pengendalian infeksi di RSCM.
Menurut dia, kebiasaan hidup higienis bisa membantu Anda dan keluarga terhindar dari infeksi bakteri yang akan merusak jariÂngan tubuh dengan berbagai penyakit, yakni Escherichia coli dan Pseudomonas yang bisa ditemui di rumah tangga.
“Tak harus 100 persen steril atau tidak perlu khawatir deÂngan kuman karena tidak semua bakÂteri itu berbahaya. Tapi tetap keÂbeÂrsihan harus dijaga agar bakÂteri tidak menyebabkan peÂnyakit, terlebih pada anak-anak saat berÂmain,†katanya dalam acara peÂluncuran pelembut dan pewangi pakaian anti bakteri, di Jakarta Rabu (20/6).
Dr Hindra berpendapat, tingkat infeksi bakteri di Indonesia saat ini sangat tinggi. Sebab, IndoÂnesia yang merupakan negara tropis menjadi tempat yang saÂngat nyaman untuk berÂkembang biaknya bakteri dan kuman.
â€Semakin lembab suatu temÂpat, semakin nyaman kuman berÂsaÂrang dan berkembang biak di daerah tersebut,†ujar Hindra.
Dia menambahkan, tingkat kelembaban Indonesia mencapai 70 persen. “Ini yang menyeÂbabÂkan kuman betah dan nyaman unÂtuk berkembang biak. Oleh seÂbab itu, infeksi bakteri di IndoÂnesia lebih tinggi dibandingkan negara empat musim,†katanya.
Menurut dia, orang Indonesia paÂda umumnya hidup jorok. Di samÂping karena suhu tropis dan curah hujan yang tinggi, memÂbuat bakteri dan kuman lebih mudah berÂkemÂbang biak dan bertahan hidup.
Ahli Mikrobiologi Lingkungan dari International Scientific Forum on Home Hygiene (IFH) Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Ryan Gene Gaia SinÂclair mengatakan, pola hidup higienis di rumah dapat mencegah terjaÂdinya infeksi atau penyakit.
Hasil penelitian IFH di KanaÂda, Jepang dan AmeÂrika menyimÂpulkan bahwa, bakÂteri dapat hiÂdup pada pakaian mauÂpun perÂalatan rumah tangga berbahan kain. Mata rantai peÂnyaÂkit infeksi ini dapat di atasi dengan gaya hidup higienis.
“Banyak cara yang bisa dilaÂkukan untuk mencegah terkena bakteri penyakit di rumah tangÂga. Pembersihan rutin pada perÂalatan dan perlengkapan rumah tangga menjadi langkah utama. SeÂlain menggunakan disinÂfekÂtan dalam setiap proses pemberÂsihÂan,†jelas Sinclair yang turut haÂdir dalam acara tersebut.
Biasanya, banyak orang yang hanya membersihkan rumah pada bagian tertentu saja. PaÂdaÂhal, ada bagian yang tidak terÂsentuh, seÂperti di kolong kursi atau meja, di mana bakteri bisa berkembang biak di sana.
“Penyebaran bakteri bisa dimiÂniÂmalisasi dengan rutin memÂberÂsihkan berbagai peralatan rumah tangga dengan maksimal. Juga melakukan cuci tangan, memasÂtikan baju selalu bersih dan rutin membersihkan perÂlengÂkapan rumah tangga yang terbuat dari bahan kain,†beber Sinclair.
Standar minimum pencegahan penjalaran bakteri dapat diprakÂtikkan dengan cara sederhana, yakni menggunakan komponen anti bakteri saat membersihkan berbagai peralatan dan perÂlengÂkapan rumah tangga. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16