Berita

ilustrasi, tol

Bisnis

Kredit & Pembebasan Lahan Jadi Hambatan Pengerjaan Proyek Tol

SABTU, 23 JUNI 2012 | 08:18 WIB

RMOL.Pembangunan jalan di be­­berapa wilayah ternyata me­ngalami banyak kendala. Tidak hanya soal pembebasan lahan, namun juga pendanaan. Aso­siasi Tol Indonesia (ATI) mem­perkirakan pencairan kredit untuk pembanguan infra­struk­tur jalan tol hingga saat ini be­lum mencapai 10 persen bila dibandingkan dengan total ke­butuhan yang diperlukan.

Ketua ATI Fatchur Rachman mengatakan, sejak ditekennya 23 amandemen Per­janjian Pe­ngusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2011, belum ada pe­na­ri­kan kredit yang signifi­kan un­tuk pembangunan jalan tol.

Pasalnya, pinjaman baru da­pat dikucurkan setelah ada­nya penandatanganan perjan­jian kredit antara Badan Usaha Ja­lan Tol (BUJT) dengan sin­di­kasi perbankan. Pelaksa­naanya baru dapat dilaksana­kan enam bulan setelah pem­bebasan tanah mencapai 100 persen atau sekurang-kurang­nya 75 persen dari total ke­butuhan.

Sementara hingga kini be­lum banyak ruas jalan tol yang tanahnya sudah terbebas di atas 75 persen mengingat ma­sih sulitnya mengatasi ken­dala pe­ngadaan lahan di lapa­ngan.

“Kalau dari total kebutu­han seluruh jalan tol dengan yang telah disalurkan masih kecil, belum ada 10 persen. Ke­­sa­la­han bukan dari per­bankan, tapi pemerintah dalam mengelola investasi jalan tol, utamanya kendala di tanah,” ujar Fatchur.

Dia mengatakan, saat ini me­mang sudah ada beberapa BUJT yang mendapatkan per­janjian kredit seperti tol Cikam­pek-Palimanan sebesar Rp 8,8 triliun dan tol Gempol-Pasuru­an Rp 1,93 triliun, namun be­lum da­pat dikucurkan.

Proyek tol Ci­kampek-Pali­ma­nan sepan­jang 116,75 Km hingga ini ja­lan di tempat. Pa­daha, proyek itu sudah dila­kukan ground breaking 8 De­sember 2011 yang dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Indonesia dan Malaysia.

“Ka­rena tanahnya belum 100 persen se­lesai dibebas­kan, jadi bank be­lum mau mencairkan uang. Meski su­dah ada tanda ta­ngan kredit, bank belum me­nge­luar­kan uang,” kata Fatchur.

Ia menuturkan, saat ini pem­bebasan lahan proyek tol yang kini termasuk terpanjang di In­donesia itu sudah 95 persen atau ma­sih tersisa 5 persen. Dengan de­mi­kian, belum cair­nya pinja­man perbankan ber­pengaruh pada proses pe­nger­jaan kons­truksi.

Informasi di Kemente­rian Pekerjaan Umum (PU) me­nye­butkan, terkait kondisi ini Menteri PU Djoko Kir­manto su­dah sering menegur pi­hak investor maupun kon­trak­tor proyek tol yang seba­gian sa­hamnya dimiliki oleh perusa­haan Malaysia tersebut.

Direktur Eksekutif Departe­men Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Mulya E Siregar yang me­ngatakan, pencairan kredit di sektor jalan tol dan arteri men­capai 100 persen.  Hal itu, me­nurut Fatchur, di­mungkinkan bila dilihat dari target perban­kan. Sebab, bisa jadi pada ta­hun anggaran itu BI meng­koreksi pinjaman yang awal­nya ditargetkan pada 2011 dialihkan ke 2012 karena kesa­lahan pengadaan lahan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya