Berita

alquran/ist

Bila Betul, Koruptor Pengadaan Alquran Lakukan Dosa Bertingkat

JUMAT, 22 JUNI 2012 | 09:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dugaan korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama harus segera ditelusuri dan dituntaskan. Kasus ini betul-betul sangat memalukan. Bukan hanya pelaku korupsinya yang malu, tetapi Kementerian Agama secara keseluruhan.

Kementerian Agama yang semestinya berfungsi sebagai pengawal moral, justru sekarang diduga melakukan korupsi.  Ironisnya, korupsi itu berkenaan dengan pengadaan Alquran yang diyakini sebagai tuntunan moralitas umat Islam.

"Mungkin, dosa pelaku korupsi pengadaan Al-Quran ini dapat dikategorikan sebagai zanbun murakkab atau dosa bertingkat.Tingkat pertama karena korupsinya berkenaan dengan pengadaan Alquran. Tingkat kedua karena dilakukan oleh orang yang paham pesan-pesan moralitas Al-Quran. Tingkat ketiga karena merugikan keuangan negara dan otomatis merugikan rakyat Indonesia," ujar Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, ketika dihubungi di sela-sela acara Tanwir Muhammadiyah di Bandung (Jumat, 22/6).

Meski demikian, Saleh tidak terburu-buru mempercayai dugaan itu. Ia merasa tidak percaya kalau ada orang yang berani melakukan itu. Kalau korupsi pengadaan barang yang lain, sudah banyak yang terungkap. Tapi kalau pengadaan Alquran baru sekali ini diungkap ke publik.

"Ini kasus khawashul khawas atau  ekstra spesial. Oleh karena itu, KPK juga harus melakukan penyelidikan secara ekstra spesial. Artinya, penyelidikan itu tidak boleh hanya berhenti pada pejabat pembuat komitmen saja, tetapi harus diusut tuntas sampai pada pejabat eselon I."

Selain itu, Saleh juga meminta agar Menteri Agama segera melakukan klarifikasi terkait dugaan korupsi ini. Apalagi, sementara ini sudah ada sangkalan dari beberapa pejabat Kementerian Agama. Menteri Agama tidak boleh lepas tangan karena semua program dan kebijakan kementerian berada di bawah koordinasinya. Kalau menteri agama tidak mengklarifikasi, bisa saja masyarakat berpendapat bahwa dugaan itu adalah benar adanya. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya